Intip dulu musuhmu, jangan-jangan…

Posted: February 9, 2008 by Pak RT in Basic Tactics, Recon
Tags: , , ,
Miniatur fight

Posting ini terinspirasi permainan beberapa bulan yang lalu ketika misi save the pilot digelar. Sekelompok berandalan gerilyawan yang berjumlah mencapai 7 orang siap menjerat 5 elite team yang bertugas mengawal sang pilot yang nahas:)

Sejumlah skenario jebakan telah disiapkan oleh gerombolan gerilyawan. Menunggu dan menunggu….hingga jemu. Tamu yang diharapkan tak kunjung tiba. Mulai gelagat aneh tercium. Akhirnya formasi dibubarkan dan diputuskan langsung menyergap di extraction zone (EZ). Sebelum mencapai titik itu ternyata elite team beserta pilotnya sudah tiba lebih dahulu di EZ, dengan lagak koboy, pake menembak-nembakkan airsoft segala:) ke udara.

Gerilyawan hanya bisa tercenung…nung…nung. Pulang dengan langkah gontai. Beruntung di safe zone telah menanti nasi liwet hangat beserta granat hidup (baca : jengkol!!-rada risih ama yang ini-tapi banyak yang doyan ya kalo di hutan??) dan saderekna seperti tahu, tempe & sambel (yang ini mantafff betull). Yah lumayan, hadiah hiburan!

Reconnaissance merupakan pilihan tepat bagi anda yang bingung hendak memutuskan strategi apa yang akan dipilih untuk menghadang lawan. Ketika berada dalam situasi yang tidak jelas, apakah musuh melewati kita atau mengambil arah lain, maka solusinya lakukanlah RECON atau pengintaian. Ini pelajaran penting yang kita peroleh hari ini.

Apa yang harus dilakukan? Pilihlah satu atau dua personil untuk bergerak maju mengawasi manuver musuh. Jangan sekali-sekali misi recon ini dirusak dengan sindrom jari gatal.

Recon sangat berguna untuk mengamati jumlah & pergerakan musuh. Tetapi tahap ini belum final. Setelah do some recons perlu ada koordinasi kecil antar personil tim. Pengintai harus melaporkan hasil temuan kepada team leader untuk selanjutnya akan diputuskan langkah apa yang akan diambil. Pengintai wajib hukumnya meminimalisir kontak s*nj*t* dengan musuh. Hal ini berguna agar musuh tidak segera membaca posisi tim kamu. Biarkan mereka dalam keadaan serba nggak tau!

Oleh karena itu faktor alat komunikasi menjadi penting. Apakah anda ingin menggunakan sebuah walkie-talkie atau handy-talkie itu terserah anda. Bahkan jika anda tidak menggunakan alat komunikasi apapun maka handsignal adalah pilihannya.

Setelah team leader memperoleh semua informasi yang dibutuhkan ia bisa langsung kasih arahan kepada seluruh personil tim strategi apa yang akan digelar.

So, semoga gak terulang lagi…

Advertisements
Comments
  1. benk2 says:

    hmmm…kek’nya kucup familier denger sekenario save the pilot…hihihihi atau de javu ya…
    yang pake di tukar sandera pake bolu ya…wkwkwkkkkkkk

    Like

    • Danar says:

      wkwkwkwwkwkwkwkwk……ide sapa tuh tuker pake bolu…hayo tanggung jawab!!!
      sayang pas penukaran sandera saya nggak monitor langsung di TKP…..hihihihihi

      Like

  2. […] Yang mematikan, si Quadrotor ini dilengkapi dengan senapan mesin & dibawa terbang ke udara, eksekusi target dari ketinggian. Bayangkan, Quadrotor ini bisa bergerak ke segala arah. Misi pengintaian pun bisa dieksekusi dengan mudah tanpa harus menggelar ahli reconnaissance. […]

    Like

  3. […] Yang mematikan, si Quadrotor ini dilengkapi dengan senapan mesin & dibawa terbang ke udara, eksekusi target dari ketinggian. Bayangkan, Quadrotor ini bisa bergerak ke segala arah. Misi pengintaian pun bisa dieksekusi dengan mudah tanpa harus menggelar ahli reconnaissance. […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s