Belajar dari FALLUJAH (Part 1)

Posted: February 18, 2008 by Pak RT in Close Quarter Battle

Fallujah assaultSaya pernah mendapatkan sebuah file yang saya sendiri sudah lupa referensinya (karena sudah lama). Isinya menarik yaitu sebuah dokumen yang dikeluarkan Marine Coprs. Laporan ini disusun oleh 3 orang personil dari korps US Marines mengenai situasi CQB yang digelar lewat Operasi berkode Phantom Fury di Fallujah. Mereka bertiga terdaftar sebagai member 3rd Battalion, 5th Marine Regiment, yang berperan penting dalam mengantisipasi serangan gerilyawan di kota tersebut. Laporan ini pernah dikirimkan ke DefenseWatch oleh seorang pejabat Marine Corps yang mengatakan isi dokumen ini menarik banyak perhatian petinggi militer di korps itu.Berikut petikan dokumennya :

Military Operations in Urban Terrain (MOUT) telah menciptakan korban-korban yang memiliki dampak luar biasa jika dibandingkan dengan operasi yang serupa di medan tempur yang berbeda.

Dalam kasus pasukan infantri kecil beranggotakan 6 orang dari 3rd Battalion, 5th Marines (3/5), yang ditugaskan di Jolan, Irak, ditugaskan dalam misi dengan harapan korban sesedikit mungkin. Mereka sangat membutuhkan taktik & teknik khusus demi tercapainya misi ini.

Kondisinya kurang lebih seperti ini :

Seksi I peleton sniper/scout telah diserang & telah mengamankan beberapa gedung bersama-sama dengan 3/5.

Situasi Kota Fallujah

Kota Fallujah, Irak, sangat berbeda dengan kota-kota lainnya dimana Marines terbiasa berlatih. Tata letak kotanya tidak teratur. Tidak ada batas yang jelas antara kawasan pemukiman, perniagaan & industri. Ketika infantri melakukan clearing di sebuah rumah, bisa jadi bangunan di sebelahnya rumah potong hewan atau workshop furniture (yang beginian di Indonesia mah nggak aneh!)

Jalan-jalannya sempit dan umumnya dihimpit dinding-dinding bangunan. Dinding-dinding ini membatasi pasukan untuk bergerak lebih lincah & prosedur kontak senjata yang umum tidak bisa diberlakukan disini. Tetapi ini bukan permasalahan utama karena mayoritas kontak senjata terjadi justru bukan di jalan/gang akan tetapi justru di dalam rumah.

Dalam satu blok rumah-rumahnya sangat padat. Dinding rumah satu bersentuhan dengan dinding sebelah/ belakang rumah tetangganya. Kondisi seperti ini memungkinkan sasaran yang diburu lolos. Atap rumah juga tersusun dari batu bata yang tebal untuk mengantisipasi serangan mortir. Hampir di setiap rumah frag grenade dapat digunakan tanpa khawatir pecahan granat menembus dinding-dinding. Setiap ruang yang ada dapat disusupi granat.

Sebagian besar rumah memiliki taman yang tertutup. Jalur masuk ke teras biasanya hanya dapat dilalui oleh satu orang. Bagian atap ada jendela mengarah ke teras. Pada umumnya semua jendela di rumah diselubungi atau ditutup semacam kain yang menghalangi pandangan ke dalam rumah.

Pintu depan terbuat dari metal atau kayu. Pintu kayu bisa dipalang (terbuat dari metal) dari luar (2 buah palang). Lubang kunci ada 2-3 lubang. Selain bisa dipalang di luar, beberapa pintu bisa juga dipalang dari bagian dalam untuk mempersulit orang asing masuk. Umumnya ada 2-3 jalur masuk ke dalam rumah yaitu pintu depan, dapur dan pintu samping/ belakang.

Breaching
U.S. Army Staff Sgt. Coriey Burkman, of Delta Company, 2nd Battalion, 27th Infantry Regiment, and an Iraqi army soldier from the 1st Company, 1st Battalion, 2nd Brigade, 4th Iraqi Army Division clear the roof of an Iraqi home during a cordon and search operation in Hawijah, Iraq, Nov. 11, 2006. U.S. Army photo by Sgt. 1st Class Michael Guillory (http://thetension.blogspot.com/2006/11/combat-camera-cordon-and-search-in.html)

Pintu-pintu di dalam rumah juga terbuat dari metal dan kayu, hanya bedanya ada pada kekuatan & durabilitinya. Pintu tersebut hanya memiliki 1 lubang kunci-dan kebanyakan pintu didalam rumah mudah didobrak hanya dengan sekali tendang!

Lay out rumah semuanya sama. Begitu masuk dari pintu depan kita akan masuk ke dalam ruang kecil. Ada 2 pintu disana. Pintu-pintu ini mengarahkan kita ke ruang duduk-tempat keluarga berkumpul. Ukuran ruangan beragam bergantung ukuran rumah. Di ujung ruang keluarga ada pintu lagi menuju ruang besar yang agak terbuka. Dari sini kita bisa lihat tangga menuju lantai 2. Di lantai 2 ada banyak lagi ruangan & jalan keluar ke atap (middle rooftop). Ciri jalan menuju atap biasanya tersedia tangga menuju langit-langit rumah.

Bersambung (next : Karakter gerilyawan Fallujah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s