Skenario menaklukkan Bukit

Posted: March 6, 2008 by Pak RT in Basic Tactics
Tags: , , , ,

Ngaso duluSeminggu yang lalu bersama kawan-kawan dari grup Delta FM menyempatkan menghirup udara segar pegunungan. Hmmm…segarnya. Tentu dengan diawali “ospek” kecil-kecilan berupa pendakian bukit kecil menuju lokasi yang bikin goyang lutut 😛 mudah-mudahan gak kapok ya? 🙂

Setelah mengeringkan keringat yang membasahi sekujur-kujur (rusak deh bahasa) kami bersepakat memilih lokasi perbukitan. Penasaran betul gimana rasanya skirmish menaklukkan bukit. Satu tim bercokol di atas bukit sementara yang lain di kaki bukit. Jadi mengingatkan pada film”Hamburger Hill“.

Kaki pegal, lutut mau copot sudah nggak dirasa saat game dimulai.

Untuk game 1 tim saya kebagian giliran di atas bukit. Entah gimana skenario lawan yang ada di kaki bukit, yang pasti kami bersepakat jauh lebih enak bertahan ketimbang menyerang pada saat itu. Tim dibagi 3 : sayap kiri, tengah & sayap kanan. Semua standby di posisinya masing-masing hingga mulai bermunculan sosok lawan berjuang menaiki bukit dari semua posisi.

Kondisi medan yang unik yaitu kaki bukit sebelah timur & barat sangat terbuka. Hanya ada pohon-pohon pinus yang bisa dijadikan barikade. Sementara di tengah banyak semak-semak rimbun yang cocok digunakan untuk menyusup. Satu keunikan medan ini, musuh di sayap timur & barat untuk menaiki bukit harus memanjat tanah setinggi 0,5-1 meter sebelum diteruskan mendaki dengan sudut kemiringan 20-30 derajat.

Ngga main-main tuh capenya…

Begitu aba-aba game dimulai nampak tim lawan dipecah jadi 3. Sesuai perkiraan awal kita. Melihat komposisi lawan maka komposisi tim kita ubah juga. Sebagian besar tim dipindah ke sayap barat & hanya menempatkan 3 personil di sayap timur & tengah, termasuk juga saya as a team leader.

Nampaknya permainan berlangsung seru. Terbukti kontak airsoft bolak-balik terdengar di kedua sayap. Di tengah permainan 1-2 personil lawan mulai melakukan penetrasi di bagian tengah menyusuri jalan setapak sambil bersembunyi di balik semak-semak. Kontan kita berusaha menghadang dengan melepas supressing fire di daerah itu. Kayaknya mereka sudah kita pinned down. Gak bisa kemana-mana lagi alias mati gaya 🙂

Salut. Tim lawan ternyata mampu naik bukit sedikit demi sedikit. Terutama di sayap barat. Sementara di sayap timur serangannya kurang berkembang karena ada beberapa sniper yang cukup disiplin standby di posnya. Sementara di sayap barat (kayaknya) personil kita lagi haus darah (gak tau semalam abis ngapain) jadi cukup agresif merangsek ke depan & meninggalkan pos pertahanan.

Melihat kondisi ini saya terpancing untuk berpindah lihat situasi di sayap barat. Kayaknya cukup mengkhawatirkan kondisinya. Sayap timur saya tinggal, karena rasanya cukup aman. Ternyata di sayap barat sudah ada beberapa kawan kita yang tewas dengan sukses bukan kena bb tapi kehabisan amunisi 😦 sehingga mereka mundur ke base mengisi magasinnya.

Sambil menahan gerak laju lawan yang cukup disiplin & tersebar merata di sektor barat, saya melepas beberapa tembakan dibantu oleh seorang kawan. Sayang, luput dari perhatian ternyata ada lawan yang sudah nongkrong di arah jam 2. Semburan bb gak bisa saya hindari lagi.

Tamat deh game pertama karena sang jenderal telah tumbang!

Memang game ini didesain berakhir bila 2 hal : seluruh tim gugur & sang jenderal tewas.

Ngaso jilid 2Di game 2, posisi masing-masing tim ditukar. Yang tadi kebagian di bukit sekarang musti rela ngegelosor ke bawah 🙂

Strategi pun disusun. Tim kami kini membagi jadi 2 tim. Tim 1 ditugaskan menyerang dari sayap barat dengan jauh melambung. Untuk itu kami harus menyusuri jalan setapak yang cukup lebar & berlumpur sejauh 50-60 meter. Setelah itu mulai mendaki & menusuk lawan dari samping. Sementara Tim 2 ambil posisi di tengah dengan posisi agak terbuka supaya perhatian lawan terpancing ke tengah sehingga Tim 1 bisa bebas bergerak.

Begitu permainan dimulai ternyata kenyataan tidak sesuai dengan rencana. Tim lawan yang menjaga sektor barat justru jauh lebih ganas (gak tau nih semalam kayaknya abis puasa). Mereka maju menyerang mengambil posisi jauh ke depan. Hal ini membuat Tim 1 yang semula berniat flanking jadi mengurungkan niat. Tim 1 di-pinned down di tempat & tak bisa berbuat banyak. Malangnya saya ada di tim itu.

Saya nggak tau gimana kondisi tim 2 tapi game ini rasanya kok cuma sebentar. Tau-tau ada satu lawan yang berhasil mencapai jalan setapak ini. Dari titik itu dia bebas membabat kita yang sedang sibuk diserang dari atas. Walhasil game ini berakhir dengan sad ending. Si jenderal gugur dengan memalukan….huehehehe 🙂

Jadi setelah dievaluasi Tim 1 gagal menyelesaikan misi karena terlalu terfokus (baca : kurang nyali, mungkin, hehehe) untuk berlari secepat-cepatnya mencapai ujung jalan setapak. Karena kurang gesit ya lawan dulu yang berhasil mencapainya. Dan ini tentu saja fatal!

Yah, namanya juga permainan. Tapi disinilah nikmatnya airsoft gun! Salut buat kawan-kawan Delta FM dengan semangat’45-nya! Ayo kapan kita main lagi?

Hehehe, jadi kayak si Unyil ngajak main si Ucrit & Usro 😀

Advertisements
Comments
  1. […] Articles Caravan.com â?? Free articles for Reprint to your webpage.We update every day wrote an interesting post today onHere’s a quick excerptSeminggu yang lalu bersama kawan-kawan dari grup Delta FM menyempatkan menghirup udara segar pegunungan. Hmmm…segarnya. Tentu dengan diawali “ospek” kecil-kecilan berupa pendakian bukit kecil menuju lokasi yang bikin goyang lutut mudah-mudahan gak kapok ya? Setelah mengeringkan keringat yang membasahi sekujur-kujur (rusak deh bahasa) kami bersepakat memilih lokasi perbukitan. Penasaran betul gimana rasanya skirmish menaklukkan bukit. Satu tim bercokol di atas bukit sementara yang lain di kaki bukit. Jadi mengingatkan pada film”Hamburger Hill“. Kaki pegal, lutut mau copot sudah nggak dirasa saat game dimulai. Untuk game 1 tim saya kebagian giliran di atas bukit. Entah gimana skenario lawan yang ada di kaki bukit, yang pasti kami bersepakat jauh lebih enak bertahan ketimbang menyerang pada saat itu. Tim dibagi 3 : sayap kiri, tengah & sayap kanan. Semua standby di posisinya masing-masing hingga mulai bermunculan sosok lawan berjuang menaiki bukit dari semua posisi. Kondisi medan yang unik yaitu kaki bukit sebelah timur […] […]

    Like

  2. fema says:

    Salut juga buat team mas danar.. hehehehe reviewnya keren bgt mas..btw kita ada rencana main tgl 30 maret ini dai pabrik mas… gimana berminat untuk gabung???

    Like

  3. Danar Ajipratomo says:

    wahh itu Minggu ya?? Tentu saja mau dong… 😉
    Saya kontak teman2 yang lain ya supaya bisa gabung.
    Ini kayaknya liputannya bakal jauh lebih menarik 😀

    Like

  4. afzan says:

    boleh kita berkenalan

    Like

  5. Danar says:

    boleh dong.
    kita bisa chat di YM : dajipratomo

    thx

    Like

  6. […] prajurit kurang pas, malah jadi masalah. Banyak kesempatan tim saya yang menempati uphill justru dipecundangi tim downhill. Kebetulan kontur bukitnya sengkedan. Nah lho?! Sengkedan itu enak buat nyumput lho. […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s