LONEWOLF (Trik Canggih Mengatasi Pengeroyokan)

Posted: May 22, 2008 by Pak RT in Basic Tactics
Tags: , , , ,

Nasib sang LoneWolf

Bisa jadi kamu yang setelah membaca tulisan ini jadi TIDAK SETUJU dengan pola ini. Artikel ini akan bercerita tentang situasi asymmetric warfare alias tidak berimbang. Sah-sah aja kalo kamu nggak suka.

“Hey, yang namanya main airsoft gun itu kalo musuh pake pistol, kamu juga harus pake pistol! Kalo lu pake pistol tapi musuh pake AEG mah gak rame !!” saya pernah dinasehati begitu. Tapi tujuan saya bukan itu.

Hampir semua sejarah perang di dunia memaparkan situasi yang asimetrik. Yang namanya realitas, apapun bisa terjadi. Pertanyaannya, gimana kalo hal ini terjadi pada kamu? Apa reaksi spontan kamu? Nalar kamu masih bisa bekerja nggak di bawah situasi yang tidak fair? Komunikasi dengan kawan satu tim masih jalan tidak kalo hanya punya modal/ fasilitas terbatas? Gimana planning tim kamu kalo kamu cuma punya jatah pelor 20 butir sementara musuh punya ratusan butir???

Pernahkah kamu merasakan gejolak batin pada saat semua faktor kemenangan tidak lagi berpihak padamu, apa yang akan kamu perbuat? Tentu, kita tidak berharap mendengar jawaban “MENYERAH!!”

Ini story masih nyambung dari rangkaian acara bersama Rumah Zakat Indonesia tempo hari. Di sesi yang terakhir (selalu aja) ada yang nyeletuk ,”Berani nggak spring lawan AEG ??”. Dan, seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap peserta spontan menjawab dengan semangat “YA!!!!” lalu bangkit semua, reload dengan bb yang baru. Siap menyongsong tantangan maut. Tentu yang pegang spring jauh lebih banyak ketimbang yang pegang AEG. Jumlahnya 13 lawan 4!!

Karena ini judulnya training jadi unsur mencari hikmah itu yang jadi tujuan utama disetiap sesi. Dan saya dibisiki oleh pak CEO bahwa skirmish ini jadi ajang penilaian profil karyawan. Walah! Metode yang menarik!! 😀

13 orang membawa spring dengan pasokan amunisi yang memadai lah, sementara 4 orang membawa AEG. Yuk kita absen :

Virda Dimas (CEO RZI) – Jing gong M4 S-System (300 butir)

Indra (trainer) – CYMA AK74 Sopmod (300 butir)

Heru (trainer) – BE G36KE (300 butir)

Danar (trainer) – AnK M4SO (300 butir)

Hehehe….dahsyat kan??!! 😀 Ini keliatan banget panitia mau nge-OSPEK peserta…hahaha….tapi tunggu dulu, cerita belum selesai disini.

Oke, skenarionya adalah 13 peserta ini entah gimana caranya harus MEMPERTAHANKAN bendera. Kami berEMPAT harus berupaya untuk merebut bendera itu. Syaratnya, posisi mereka ada diluar radius 10 meter dari bendera.

Setelah seluruh peserta bergerak ke uphill giliran kita berempat yang berembug gimana nih strateginya. Nggak gampang loh menghadapi spring apalagi 13 orang!

Akhirnya kami memutuskan untuk membagi dua. Virda + Indra masuk dari depan, sementara Heru + saya flanking dari timur lalu masuk di barisan belakang mereka. Yahh, lagi-lagi flanking!!! Sudah bisa dipastikan flankingnya segila kemarin…hehehe.

(Saya nggak perlu ceritakan ya gimana rasanya flanking ala saya?? Hehehehe…)

Tengah cerita, kami berdua sudah ada di puncak bukit, merayap….merayap….menembus ilalang….sampe ketemu ruang terbuka yang letaknya di puncak bukit, dimana kami bisa melihat peserta bersembunyi di posnya, memunggungi kami. Ini baru flanking yang sukses.

Move forward!!YESSS!!!! Santapan empuk, batin saya…hehehe. Membokong dari belakang memang bukan tindakan ksatria, tapi demi perang apapun boleh lah…hehehe. Tapi sayang sekali sodara-sodara sekalian, rupanya niat kami sudah terendus duluan. Ah, masih belum lihai nih teknik menyusupnya! Peserta sudah ada yang tereak-tereak sambil nunjuk-nunjuk puncak bukit.

Gagal maning! Element of surprise hilang sudah…

Tapi disaat yang sama rekan kami di bawah maju menyerang (jangan khawatir, pake semi automatic kok!). Jadi ini memberikan waktu buat Heru dan saya untuk terus merayap ke depan sampai titik jarak tembak efektif. Tapi sayang, gerak kita nggak serempak. Heru masuk terlalu jauh-ngga sejajar dengan posisi saya. Dan akhirnya Heru “tewas” dengan sukses 😛

Berarti sekarang saya sendirian. Dan saya nggak lihat ada lagi serangan menusuk dari tim downhill. Kayaknya mereka sudah “tewas” juga. Artinya sekarang saya betul-betul sendirian. Sementara musuh masih banyak…mungkin ada sekitar 7/8 orang.

Kepanikan mulai merayapi pikiran. Gimana kalo nanti mati??? Tiba-tiba saya kok seperti sedang berada di dalam perang sungguhan…hiii syerem 😦

Musuh nampaknya sangat gembira, karena tahu buruannya tinggal 1. Ada yang teriak2 “SERBU!! SERBU!! Musuh tinggal SATU!!!”. Ditengah kekalutan ini yang sempat saya ingat bagaimana agar tetap survive adalah KEEP MOVING. Tidak boleh diam dalam waktu yang lama di satu tempat. Jadi saat itu saya bikin manuver begini (sambil pelototin fotonya ya) :

Alur yang dipakai untuk survive

  1. Ohya, lupa, area yang dilingkari kuning itu titik saya menyusup…turun terus…sambil merayap 😛
  2. Sebelum saya pindah posisi, saya amati dulu dimana posisi musuh berada.
  3. Lalu saya lepas beberapa kali tembakan. Hanya sekedar untuk mengalihkan perhatian.
  4. Lalu mulai bangkit & menyeberang ke sisi lain. Saat itu saya ada di tepi jalur offroad. Beberapa langkah sudah sampai ke seberang. Cuma untuk nyebrang gak gampang-harus manjat sedikit. Kenapa nyebrang? Karena saya sempat melihat penampakan musuh di sayap kanan saya-pasti mau flanking nih-jadi harus kita sambut!
  5. Lalu saya take position & observe-musuh di sayap kiri bergerak maju-ya Allah saya dijepit-sementara musuh di sayap kanan, posisinya sudah saya ketahui.
  6. Saya lepas 3-4 tembakan. Karena dia berlindung di balik pohon pinus jadi bb saya tertahan. Gak masalah! Yang penting dia nggak berani mengeluarkan mukanya.
  7. Nah, saat itulah saya segera berpindah posisi lagi lebih ke kanan. Kenapa ke kanan? Karena saya perhatikan punggungnya menghadap ke sisi kanan saya-artinya kalo musuh mau liat posisi saya dia musti ngintip dari arah sebaliknya. Saya putuskan, saya bergerak ke KANAN-sisi yang lolos dari pengamatan musuh. Dan MEMANG BERHASIL!!!
  8. Saat saya bergerak, posisi musuh belum berubah. Dia kaget ketika saya sudah pindah posisi & ready on fire position. Musuh segera menggeser posisinya agar terlindung oleh pinus. Beberapa tembakan saya lepaskan dan ada satu yang nyerempet punggung. OVER!!!

(sampe disini…asli CAPEK PISAN!!!)

Saya diam sebentar. Tarik nafas pelan2. Sambil terus pasang kuping. Terus terang, sulit mendengarkan gerakan musuh saat nafas tersengal-sengal PLUS jantung deg-degan 😀

Oke, saya bergeser lagi ke kiri mendekati jalur offroad lagi. Lewat sudut mata, saya bisa melihat ada pergerakan di sebelah kanan saya. Weleh…weleh…nih musuh nggak punya capek ya…nafasku udah di ujung tenggorokan nih…apa mereka nggak tau… 😦 Kalo diam saja saya bisa jadi sitting duck alias tempe bacem.

Saya segera berlari ke arah kiri, nyebrang jalur offroad lagi. Take observe. Liat kanan & belakang saya…takut2 saya dibokong nanti. Setelah clear, saya observe arah muka. Lepaskan beberapa tembakan, lalu mundur…observe lagi…tembak lagi beberapa butir…lalu pindah posisi menyeberang jalur offroad….diam sebentar…tarik nafas….bergerak maju, menyongsong musuh yang coba mendekat dari sisi kanan….lumayan berhasil dilumpuhkan. Lalu naik dengan cara merayap pelan…take some observation…ada pergerakan musuh di sisi kiri….saya bangkit & berlari menyeberangi jalur offroad untuk kesekian kalinya (saking sering nyebrang bolak-balik saya sampe lupa udah berapa kali nyebrang 🙂 )

Itu jurus yang saya pake! Pokoknya being unpredictable. Terasa sangat efektif. Saya sempat menemukan musuh masih memperhatikan posisi saya yang lama…padahal saya sudah bergeser 50 meter dari intaian mereka…rupanya musuh tidak tau.

Dari jurus ini saya bisa mengeliminasi 80% musuh yang ada. Sialnya, begitu dekat posisi dengan bendera…stok amunisi saya habis!! Pusing kan???!!! Tanpa saya sadari rupanya saya sudah menghabiskan 1 magazine penuh & saya sengaja nggak bawa amunisi cadangan.

Ya jurus menipu terpaksa dikeluarkan deh. Pura-pura nembak padahal nggak ada satupun bb yang keluar.

Jarak saya dengan bendera tinggal 5-10 meter lagi. Posisi saya terselamatkan oleh rumput yang tinggi. Nafas udah atu-atu. Badan udah basah kuyup. Tinggal 1 finishing touch lagi….konsen sama bendera.

BANGKIT…..LALU LARI SEKENCANG-KENCANGNYA!!! 1-2 bb kedengaran ditembakkan tapi meleset. Pas tangan berhasil merebut bendera, 1 bb bersarang di dada.

GAME OVER!!!

Saya udah ngga peduli hasil…langsung aja merebahkan diri….tersengal-sengal. Dahsyat!!!! Ini momen terdahsyat yang pernah saya alami. Mungkin lain ceritanya kalo musuh lebih agresif maju dan disiplin mengepung…

Kesimpulannya, jadi yang niatnya mau NGOSPEK eh malah berbalik, DIOSPEK…..hahahaha 😛

Advertisements
Comments
  1. Nervous says:

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation 🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Nervous!!!

    Like

  2. sanden says:

    di sangata ada ga ya perang perangan gni….. ada yang bs kasih inpo?

    Like

  3. Kabayan says:

    guys gua nyari dragunov….
    harganya berape ya….trus available dimana ya??
    gua browsing kho SOLD OUT semua…

    Like

  4. rahman p.raya says:

    bung fanan,gw mw nyari sejenis M4A1 kisaran hrga 1 jt an,gearbox dah metal,ada ga?

    Like

  5. rully says:

    ada bro m4 yang satu jutaan,,tapi popornya doang,,,,,itupun dari plastik kresek daur ulang

    Like

  6. esquilo says:

    yang pening proses bukan hasil… good move and strategic (y)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s