Symphaty for Gaza

Posted: January 5, 2009 by Pak RT in Berita
Tags: , , , , , ,

20081230112933339580_8

Dengan berat hati, akhirnya saya harus menuliskan juga tentang tragedi Gaza yang terjadi Sabtu yang lalu. Lewat serangan udara Lebih dari 360 korban hampir 500 nyawa berjatuhan, yang katanya primary target adalah Hamas (Omong kosong-wong rumah sakit kok jadi target pula), tetapi collateral effect justru masyarakat Gaza keseluruhan. Wanita & anak-anak tak pelak jadi korban. Serius. Rasanya betul-betul bikin dada sesak. Membaca diary Mohammed Ali, seorang warga Gaza, membantu saya membayangkan bagaimana kronologi kejadian yang dimulai pukul 11:30 AM waktu setempat.

FYI, saat tulisan ini diturunkan sebuah operasi dengan codename Cast Lead telah melangkah menuju babak berikutnya (sebelumnya kita sama-sama tau selama 3 hari Israel menggelar Full Airstrike Operation) yaitu menggelar ground combat. Beberapa malam yang lalu sempat ngintip berita, tank-tank mulai disiapkan beserta segenap tentara cadangannya. Hari ini Israel mulai masuk ke Jalur Gaza tapi dihadang oleh perlawanan HAMAS.

Mari kita simak profil Gaza City :

Luas wilayah jalur Gaza : 362 km persegi

Jumlah penduduk : 1.5 juta jiwa

Mari kita lihat kayak apa Gaza dilihat dari satelit :

(FYI, saya coba ketik “Gaza City, Palestine” via Google Maps tapi nggak nemu2. Saya bingung. Lalu saya ketik lagi “Palestine” ketemu cuma ada 1 kota kecil itupun di pelosok Texas, US. Lho??!! Tapi begitu saya ketik “Gaza, Israel”…baru dapet!! Palestina (as a nation) sudah dihapus dari peta dunia!! MasyaAllah!! Kampret betul si Google!!!)

peta-gaza

 

Believe it or not, Gaza adalah penjara terbuka. Terus terang setelah mempelajari profil Gaza City saya kaget luar biasa. Dengan situasi demografi seperti di atas, secara geografis pun seluruh medan ada dibawah pengawasan ketat tentara Israel. Sebut aja, darat, laut & udara semua sudah didominasi militer Israel.

No entry, no exit. Begitulah kira-kira gambaran Gaza City. Semua titik yang berbatasan langsung dengan wilayah yang diduduki Israel selalu ada penjaganya. Setiap yang hendak menyeberang selalu dicek terlebih dahulu, dengan sangat-sangat ketat.

Pernah ada kisah, banyak wanita hamil yang kebelet bersalin terpaksa kehilangan bayinya karena tidak diizinkan melintas perbatasan agar bisa dirawat di rumah sakit. Can you imagine that?

Mari kita runut aksi-aksi Israel dalam kerangka mempersempit Gaza. Sistematis banget.

Januari 2006 : Israel memberlakukan pengetatan wilayah-wilayah yang berbatasan dengan kota Gaza.

Juni 2007 : mempropagankan Gaza sebagai wilayah musuh/berbahaya.

Oktober 2007 : Israel mengimplementasikan blokade total.

November 2008 : Israel semakin memperketat blokade.

Jadi yang namanya blokade disana, sampe ke bantuan pangan & medis pun nggak boleh masuk. Itulah sebabnya bantuan yang dikirim pemerintah kita (kerjasama Dep.Kes & beberapa LSM) nggak bisa masuk Gaza dengan lenggang kangkung.

Gak cuma itu, orang-orang yang punya mata pencaharian di luar wilayah Gaza (kalo disini orang Bekasi punya kantor di Jakarta 🙂 ) pun nggak diijinkan lewat. Jadi angka pengangguran di sana gila-gilaan.

Bahan makanan & pasokan bahan bakar pun senasib. Cerita-cerita penduduk Gaza kelaparan itu sudah jadi pemandangan sehari-hari. Saking nggak ada lagi makanan, rumput liar di pinggir jalan pun disantap. Belum kalo udah masuk musim dingin. Gimana pemanas ruangan bisa jalan lha nggak ada listrik? Walhasil, furnitur di rumah habis dibakar supaya bisa menghangatkan tubuh.

Nelayan pun nggak luput dari blokade. Laut, yang jadi tempat mereka melaut, pun sudah dikuasai angkatan laut Israel. Kalo laut sudah ditutup aksesnya, nelayan mau melaut kemana lagi? Malah seringkali perahu-perahu nelayan Gaza disikat roket/mortir Israel.

Saya nggak bisa bayangkan gimana kehidupan disana. Penduduknya total jobless dan harga makanan meroket 10 kali lipat dari harga normal. Makanan-makanan ini pun selundupan dari Mesir lewat terowongan-terowongan bawah tanah yang dibuat di hampir seluruh rumah penduduk di Gaza yang berbatasan dengan Mesir. 

Terowongan ini sangat menguntungkan. Selain untuk suplai makanan yang lebih mantap ya suplai persenjataan & amunisi. Sampe disini saya bahagia sekali…hehehe. Ya iyalah, living prison macam Gaza nggak punya daya apa-apa. Ini sama aja dengan menghitung hari menuju liang lahat! Lha semua akses diblokir!!

Tapi penduduk Gaza sangat kreatif. Terutama anak-anak kecilnya. Mereka disibukkan menggali terowongan setiap malam. Tau nggak gimana caranya mereka mengatur dimana lubang harus keluar?? Kalo udah di bawah tanah gimana supaya mereka nggak salah gali? Tau-tau nongol di basecampnya tentara Israel kan gawat?

Hehehe….rupanya mereka terbantu lewat Google Maps. Jadi lewat peta itu mereka bisa desain di titik mana di wilayah Mesir mereka akan nongol. Mantap ya? 😀 Misal, mereka punya sobat di Mesir. Lewat Google Maps titik mula penggalian ditandai lalu rumah sobatnya pun ditandai. Diukurlah jaraknya. Lewat mana saja & kapan harus belok ke kiri atau ke kiri itu semua sudah diatur sejak awal.

Biar nggak penasaran nonton sendiri deh pelemnya…

Jadi kesimpulannya, Israel itu setali tiga uang dengan Nazi. Malah jauh lebih sadis & sistematis. Kalo Nazi bisa buat kamp konsentrasi, tapi kalo Israel mereka bisa buat living prison. Bukan penjara seperti yang ada di Indonesia, tapi ini penjara yang jauh lebih luas. Satu kota dijadikan penjara. Bayangkan itu. Kalaulah tak ada HAMAS yang sekarang sibuk mempertahankan perbatasan Gaza dari infiltrasi militer Israel, maka umur Gaza bisa dihitung dengan hari.

Advertisements
Comments
  1. AM'R says:

    israel BANGSAT!
    coba semua airsoft di Indonesia dijadikan asli, trus kita serbu rame-rame israel. target utama : ehud olmert & ehud barak. negara timur tengah gak bisa diharapkan, sekutu israel semua tuh, looser!

    Like

    • Danar says:

      makasih mas Amir sudah berkunjung 🙂
      kita doakan saja supaya blokade Gaza bisa segera terbuka agar akses semua suplai bisa masuk.
      Oh ya jangan lupa doakan juga HAMAS supaya berhasil memukul mundur militer Israel.
      Amin 🙂

      Like

  2. AM'R says:

    Alhamdulillah, tadi pagi di koran disebutkan telah terjadi friendly fire pada kubu israel, smoga kejadian ini terus berlanjut dan tidak hanya pada serdadunya tapi juga pada kendaraan-kendaraan perangya : tank, jet tempur, kapal tempur, dsb hingga gaza benar-benar menjadi neraka bagi israel dan segera terhapus dari bumi ini. keep fight HAMAS, we’ll pray for u…

    Like

  3. maman says:

    saya tidak tau apa yg ada dipikiran ISRAEL selain memberantas HAMAS, sehingga wanita dan anak2 menjadi korban sungguh pengecut tuh ISRAEL. palestina pake batu e…..dia pake roket segala .

    gimana ga’ HAMAS jadi ngeluarin roket juga

    Like

  4. yuli says:

    salam bung danar,thanks atas ulasannya, btw perkembangan perlawanan HAMAS bisa bung danar ikuti di http://www.arrahmah.com, trnyt g ada tuh yg namanya friendly fire di pihak israel, adanya emang mereka disikat habis oleh HAMAS wktu cb masuk GAZA CITY.

    Like

    • Danar says:

      Makasih pak Yuli sudah berkunjung kemari. Sebentar lagi ada kunjungan balik 🙂
      Thanks juga buat linknya. Lumayan, buat tambah-tambah referensi. Selama ini pake Al-Jazeera terus.

      Betul sekali pak, itu Israel tewas kena ranjau darat yang dipasang di pintu masuk kota Gaza, cmiiw 😀

      Like

  5. dir88gun says:

    Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

    Like

  6. AM'R says:

    Terima kasih buat koreksinya, ternyata korannya gak valid ya.
    Maju terus HAMAS & HIZBULLAH!

    Like

  7. aink says:

    bos ada yang punya hasil downloadan youtubenya, saya cek dah ga ada.bisa dishare ga.

    Like

  8. Danar says:

    wah gawat…
    saya belum sempet ngedownload 😦
    ada yang bisa bantu???

    Like

  9. yadi says:

    Sangat ironis sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita tidak bisa berbuat banyak untuk menolong mereka, padahal kita punya TNI dan Polri yang jumlahnya Hampir satu juta Personil.

    Like

    • Danar says:

      Percayalah, bukan kekuatan militer yang dibutuhkan disana. Hal ini dibuktikan lewat kunjungan Komisi 3 DPR RI ke Gaza City beberapa waktu yang lalu (ketua DPR pun turut serta). Tapi dukungan politik & dana itu jauh lebih bermanfaat bagi sebuah kota yang diblokade bertahun-tahun dari pasokan makanan.

      Like

  10. bedebede reza says:

    semoga Allah memberikan balasan untuk bangsa israel dan memberikan kemenangan untuk negara palestina, dan semoga saudara saudara kita palestina diberikan kekuatan oleh Allah untuk menghancurkan bangsa israel,amin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s