Bagaimana Menaklukkan Bukit (skenario Point Extraction)?

Posted: January 20, 2009 by Pak RT in Basic Tactics
Tags: , , , ,

trenchesKalo ngikutin teori Sun Tzu, bahwa menguasai tanah yang lebih tinggi itu jauh lebih menguntungkan ketimbang posisi tanah yang lebih rendah, ternyata saya belum lengkap menerapkan teori ini. Posisi sudah pas tapi formasi prajurit kurang pas, malah jadi masalah. Banyak kesempatan tim saya yang menempati uphill justru dipecundangi tim downhill. Kebetulan kontur bukitnya sengkedan. Nah lho?! Sengkedan itu enak buat nyumput lho. Apalagi kalo banyak semak.

Belajar dari pengalaman dahulu, beberapa hari yang lalu saya berkesempatan icip-icip:) skenario “Point Extraction” untuk keempat kalinya. Sekarang giliran saya kebagian jatah di grup ketiga (pasukan khusus yang bertugas me-locate & extract grup pertama (set defend).

Dari jauh kita liat keberangkatan tim gerilyawan. Semangat sekali kalo memburu darah kayaknya 😀

Mereka sebar setiap personil ke arah timur & barat. Kebetulan medan yang dipake berupa bukit besar dengan kemiringan 20-30 derajat.

Saat briefing kami bersepakat membagi jadi 3 kelompok :

#1 : flanking ke arah timur

#2 : menekan di tengah (memang di bagian tengah ada jalan offroad-sangat terbuka)

#3 : membawa bendera untuk disatukan dengan grup pertama, lewat jalur barat. (nah, saya kebagian lead kelompok ini)

Supaya pergerakan lebih lincah saya hanya minta ditemani 1 personil-dia bawa bendera. Sesuai dengan misi utama skenario ini (yaitu menyatukan 2 buah bendera yang dijaga grup #1) kami sepakat jika 2 bendera berhasil disatukan maka saya akan teriak “ABU…ABU…ABU”!!

flanking-downhill

Flanking lewat kaki bukit

 

Saya cek stopwatch ternyata sudah masuk waktu grup kami bergerak. Langsung saja semua bergerak sesuai dengan briefing. Saya, ditemani seorang kawan, langsung menuruni bukit sampai 30 meter (cek foto diatas). Langsung mendapati jalan off road dan tancap gas ke depan, melingkari bukit. Kita terus merapat ke dinding sengkedan supaya pergerakan nggak terpantau lawan. Maklum mereka tongkrongin tuh puncak bukit…jadi semua sisi pasti kemonitor (green area itu jangkauan monitor musuh-cukup riskan juga).

Terdengar kontak airsoft dari kejauhan, haaa…artinya teman-teman sudah mulai gangguin tim gerilyawan. Rasain!! 😀 Jadi saya bisa leluasa bergerak mencapai target operasi & langsung menyatukan bendera.

Setelah mentok di sisi lain kaki bukit, langsung kita nanjak abiiiiissssss…..lumayanlah buat latihan lutut…mana udah cekot2…hehehe. Pelan tapi pasti akhirnya kita nongol juga di puncak bukit. Langsung keliatan kawan-kawan dari Grup #1 yang tengah set perimeter bertahan. Saya kasih tanda, mereka copy….dan akhirnya kita merapat, bendera pun disatukan. 

Sampe disini nafas masih ngas-ngos (bayangin, setiap kali main selalu skenario ini yang dimainkan-lagi pada ketagihan kayaknya 😀 )

Saya cek, jumlah personil Grup #1 masih utuh. Kayaknya gerilyawan belum berhasil mencapai posisi bendera nih…mungkin masih sibuk handle tim kita yang satu lagi.

Kontan saya langsung tereak…”ABU…ABU…ABU!!” setelah itu kita langsung menggandakan kekuatan di perimeter yang sudah ada.

Nggak berapa lama, muncul satu persatu personil gerilyawan. Kontak pun tidak terhindarkan. BB berdesingan di kanan-kiri. 

Sekedar informasi, most of us pada pegang airsoft spring 290 fps!! Yang pegang AEG cuma ada 2 personil (incl.saya) :D. Sementara di tim gerilyawan AEGnya agak banyakan dikit 😀

Nah, ini bagian terseru!! Sampe disini tim gerilyawan ternyata keteteran karena posisi mereka dijepit dari uphill dan downhill. Uphill oleh kami-kami yang sudah gabung & set pertahanan cukup disiplin, dari downhill di-pinned down oleh sebagian grup saya yang terpisah.

Jadi udah kayak hamburger, dipenyetin dari atas-bawah….hehehe…rasain! 😀

Yah, secara keseluruhan tim gerilyawan salah set strategi! 

Bosen ah, gabung jadi tim penyelamat terus! Pengen juga sekali-sekali jadi gerilyawan! 😀

Advertisements
Comments
  1. maman says:

    wah….seru tuh main sampe bawa berger he..he…..

    apa waktu skirmish itu pada pake WT semua nih Bro…?

    biar asik komunikasinya geto….!!

    Like

    • Danar says:

      @ maman : belum punya radio pak. Jadi gak bisa komunikasi jarak jauh. Ini juga lagi nabung…bung..bung. Harus sabar…bar…bar… 🙂

      @ daemors : emang betul kang. Nanjakna amit2 😦

      Like

  2. daemors says:

    Yang pasti Kang.. Kalo saya main skenario ieu , Camelbag udah saya ganti jadi tabung oksigen. Capee pisan atuda. Tapi tetep SERU kayak nya mah yaa..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s