Susahnya Menaklukkan Lembah

Posted: February 2, 2009 by Pak RT in Basic Tactics, Skenario
Tags: , , , , , , ,

attack-from-aboveHari Minggu kemarin kami dapat kesempatan untuk bisa ikut Joint Operation yang diadakan Paguyuban Airsoft Bandung. Bersyukur juga karena bisa silaturahmi dengan kawan-kawan dari klub lain yang jarang tatap muka. Baru kali ini ada kesempatan & waktu bisa bermain di Jayagiri, Lembang-Bandung. Jadi, ya ini betul-betul kesempatan perdana menjajal field Jayagiri.

 
Hari itu, Alhamdulillah, bisa digelar 2 skenario. Skenario pertama…ya biasalah…deathmatch sebagai warming up session. Nah, yang menarik itu justru di skenario kedua. Di sesi itu skenarionya adalah memperebutkan sebuah kantong kresek (bener2 nggak elit 😀 ) yang akan dipertahankan oleh kurang lebih 15 personil. Sementara hampir 20 personil lainnya harus merebut barang itu.
Ini skenario, menurut saya, biasa-biasa saja. Mirip-mirip Hamburger Hill. Yang menarik buat saya justru bukan di skenario, tetapi justru di kondisi field-nya. Jayagiri memiliki kontur field beberapa bukit kecil. Pohon didominasi Pinus & Bambu. Kerapatan pohon Pinus sangat rendah. Jadi prediksi saya moving target nggak akan banyak bergerak alias diam ditempat.
syeikh-pujiItu kondisi di atas bukit. Lain lagi begitu kita turun ke bawah. Lembah bukit membentuk parit/ alur sungai kecil yang dinaungi pohon Bambu yang sangat rapat. Nggak ada airnya kok…dan prediksi saya , saking rapatnya, pertempuran jarak dekat akan banyak mewarnai wilayah ini.

Nah, kalo Hamburger Hill semua orang nyerang bukit…nah kalo ini semua orang nyerang ke lembah. Kita lihat saja siapa yang menang.

Setelah 2 kubu mengambil posisi, game pun dimulai. Kebetulan saya ada di kubu offensive. Tugas pertama adalah mencari dimana kantong kresek sialan itu 😀 Tim offensive dibagi 2 kubu, utara & selatan. Saya join di sisi utara. Kawan-kawan yang bergerak lewat selatan mencoba turun ke kaki bukit & menyapu ke arah utara. Di tengah game saya baru tau kalo ada juga yang naik bukit seberang untuk flanking.
Sayang, 2 tim ini nggak dibekali radio…jadi susah buat koordinasi. Buat menggeser satu unit saya harus lari-lari & sebar informasi. Cape juga 😀
Lewat recon sederhana akhirnya si kantong plastik kresek itu ketemu juga. Posisinya ada di lembah…dan sialnya, dipasang di tempat terbuka. Hasil recon negatif! Posisi musuh betul-betul nggak ketauan. Cuma satu-dua personil yang sembunyi di area terbuka…sisanya raib entah kemana. Ini sulit buat mengambil langkah-langkah.

Akhirnya di sayap utara kami mencoba memancing respon lawan dengan membentuk shaf sepanjang bukit & turun pelan-pelan sambil melepas tembakan ke bawah. Karena kita ada di tempat terbuka mau nggak mau harus tiarap terus. Ternyata manuver ini nggak berhasil. Banyak yang jatuh korban (incl. saya sendiri). Kawan-kawan yang sudah turun harus kembali ke posisi semula (puncak bukit). Posisi terlalu terbuka.
sniping-from-belowPerkiraan kami, sebagian besar kekuatan musuh berkumpul di hutan bambu. Posisinya sekitar 30-40 meter persis dibawah posisi kami. Kemiringan cukup curam. Sangat cerdas memilih lokasi ini. Ada beberapa alasan :

  1. Posisinya tercover dengan baik karena vegetasinya sangat rapat. Sulit bisa ditembus oleh bb. Tau sendiri deh yang namanya bambu. Ranting bambu itu kerasnya minta ampun. Beda dengan ranting herba/ perdu lain.
  2. Pencahayaan. Kita semua tau yang namanya hutan Bambu itu pencahayaannya minim. Konsepnya mirip gorden di rumah kita. Kita yang di dalam bisa melihat keluar sementara orang-orang diluar nggak bisa liat kita. Kita yang ada di luar hutan sangat sulit melihat situasi dalam hutan. Bahkan untuk lihat siluet musuh aja susahnya minta ampun. Sementara kebalikannya, orang-orang yang bersembunyi di dalamnya sangat mudah memantau pergerakan kita yang ada di luar.

 

Keliatannya kawan2 belum menyerah. Upaya infiltrasi terus dilakukan dari beberapa arah, ditambah tembakan2 ngawur dari atas bukit. Lumayan ada yang kena!

Saya sendiri memberanikan infiltrasi ke hutan bambu. Itupun sambil merayap pelan. Nggak berani terlalu gegabah. Dan itupun disupport oleh kawan dari uphill dengan automatic fire untuk mengalihkan perhatian. Akhirnya saya berhasil juga masuk. 

Dikarenakan waktu habis & nasi liwet sudah nunggu dari tadi 😀 akhirnya game diakhiri. Upaya tim offensive pun gagal. Saya malah di HIT di pantat (perih & pedes campur jadi satu:D).

Lewat game ini saya dapat banyak pelajaran dari sini. Seharusnya strateginya seperti berikut :

  • Bagi tim jadi dua unit : unit infiltrasi, unit suppressor & unit back up.
  1. Unit infiltrasi : mengeksekusi misi infiltrasi/penyusupan. Kirim beberapa unit kecil untuk menyusup masuk ke dalam hutan bambu. Sebaiknya masuk dari segala arah. Lakukan sesenyap mungkin. Nggak semua orang bisa melakukan ini jadi team leader harus kenal betul siapa saja kawannya yang punya spesialisasi dalam hal ini.
  2. Unit suppressor : mengeksekusi misi suppressing/ menekan. Tempatkan sebagian besar personil di atas bukit, tugasnya menghujani suspect area dengan tembakan. Entah kena entah tidak…yang penting silakan obral bb disini 😀 (pasti pada mau join tim ini deh :D)
  3. Unit Back Up : bertugas menjaga garis belakang pertahanan kalo-kalo ada musuh yang usil menyergap dari belakang 😀 Untuk unit ini 1-2 orang juga udah cukup. Karena biasanya hanya sedikit jumlah musuh yang membokong 😀
  • Kirim unit infiltrasi masuk ke dalam. Penting sekali membekali setiap unit dengan radio. Setiap unit infiltrasi tidak diperkenankan menginisiasi serangan tanpa seijin team leader.
  • Lalu team leader mengizinkan unit suppressor melancarkan serangan. Tapi jangan terlalu intensif. Cukuplah buat memecah konsentrasi musuh di bawah sana.
  • Setelah seluruh unit infiltrasi on position, team leader langsung menginstruksikan unit suppressor melancarkan tembakan serentak ke arah suspect area. Heavy fire gitulah 😀 Harapan kita, serangan besar-besaran ini bisa membuyarkan konsentrasi musuh…sukur2 banyak yang HIT 😀
  • Langkah selanjutnya, kita serahken pada unit infiltrasi. Unit ini silakan manuver lebih jauh supaya bisa memfreeze atau hit musuh di dalam kandang mereka.

Sori ya kepanjangan. Biasa lah habis main game selalu pulangnya mikir,”kenapa bisa gagal?”. Next game lakukan skenario yang sama & terapkan langkah-langkah tadi. Ulangi terus…sampe bosen & sampe semua strategi & skill terasah baik.


Over & Out!!

Advertisements
Comments
  1. maman says:

    weis…makin seru nih…..

    ditunggu posting berikiutnya ni Bro….

    Like

  2. maman says:

    ada sih tentang skirmish Club airsoft di Pontianak, coba deh buka di http://www.sarifuddin-sarif.blogspot.com Bro…. ada jual airsoft atau Gun Bag g….? kalo ada kirim kabar ke email ku y di syafarakhman@pontianakpost.com

    Like

  3. Da2n says:

    seru….tapi banyak angin tidak? kalo fps ideal berapa tah dalam hutan bambu….? he3x…..

    Like

    • Danar says:

      @ maman : thx pak buat linknya. soal airsoft rasanya ada temen saya yg jual, cuma modelnya pak Maman suka yg gmn? Soal gunbag blm ada info pak.

      @ dadan : angin? so pasti atuh kang 🙂 kalo fps ideal dlm hutan bambu sih 350 jg sudah memadai (masuk kategori CQB). Tapi kalo sudah tempur lintas bukit cek dulu panjang inner barrelnya. Sebaiknya >550mm. Punya saya hanya 30cm, fps-nya di 430 (per 130) cuma bisa ngeludah…hihihi…tapi temen pake M14 EBR cuma 350 fps tapi krn inn.barrelnya lbh panjang dari punya saya…ternyata nyampe juga ke bukit seberang 😀

      Like

  4. maman says:

    saya sih suka JG G36C tapi kemren saya beli seken kondisinya ancur jadi kurang puas deh. pengenya sih G36C lagi ada g yah….

    oh iya Bro Danar sendiri berdomisili dimana yah……?

    Like

    • Danar says:

      @ Maman : saya di Bandung, bos 🙂 saya dkk (kayaknya) nggak begitu demen dgn G36C…hehehe (tapi kalo disodorin yg full custom pasti ngiler…tergantung siapa yg ngomporin!)

      Like

  5. kai says:

    nice story bos…
    entar hari minggu bikin skenario ginian ah… 😀

    Like

  6. benk2 tri says:

    mas nggak dibahas tentang, tim defender yang seharusnya jaga pondok malah bandel flanking habisin lawan dari belakang..hehehe…!
    -dari defender yang ogah jadi sitting duck-

    Like

  7. […] cukup banyak, tapi berdasarkan pengalaman, pantat saya masukkan #2 bagian tubuh TERNYERI yang pernah saya rasakan! Percayalah, betul-betul nyeri! Saking nyerinya saya sampe nggak bisa berdiri dan harus berbaring […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s