Review : Tokyo Marui P90 bagian 1

Posted: March 18, 2010 by Pak RT in Review
Tags: ,

P90

TM P90  memang bukan airsoft keluaran terbaru. Sudah cukup jadul, sekitar tahun 2000 (Wow, usianya sudah 10 tahun!!). Tapi kok saya masih seneng liat bentuknya, walaupun dominasi bodynya dibalut dengan plastik ABS khas Marui…tapi masih OK lah. Dan juga, buat para pegiat hobi Airsoft gun, P90 bukanlah model yang banyak digemari. Lewat berbagai sumber saya akan men”campur-sari”kan dan menyajikannya dalam terjemahan secara sembarangan & seenak udel saya…hehehe. Ini saya persembahkan buat penggemar hobi Airsoft gun tanah air. Monggo…

Tokyo Marui merilis 2 model P90 : TM P90 TR dan TM P90. Untuk model P90 TR sudah dilengkapi dengan Triple Rail (TR) atau dikenal dengan kode MIL-STD-1913 rail.


Sejarah P90

Supaya makin meresapi TM P90 yang sedang kita bahas, nggak ada salahnya kita bahas juga versi real steelnya.

Kode P90 adalah kepanjangan dari Project’90 keluaran pabrik FN Herstal. Dirilis saat awal tahun 1990. Yang bikin geleng2 kepala dari P90 ini adalah posisi peluru 90 derajat terhadap poros barrel. Begitu peluru sudah dekat di posisi mulut mag, maka ada mekanisme rotasi sehingga peluru diarahkan menghadap barrel. Yang bikin asik, operator P90 bisa memonitor dengan jelas berapa butir peluru yang tersisa langsung dari magazen plastik yang transparan itu. Cerdas ya? Memang rifle2 gebetan Eropa banyak mengadopsi mag tranparan (seperti Styer & G36).

Selain itu, posisi ejection portnya juga nggak lazim seperti M4/AK yang nangkring di sebelah kiri, tapi posisinya ada di bawah receiver. Ya, jadi selongsong langsung dilempar ke bawah, bukan ke samping.

Rifle model bullpup ini menganut konsep ambidextrous atau bisa dioperasikan oleh orang kidal maupun normal. Tuas kokangnya pun bisa ditarik dari arah kiri maupun kanan. Bodi-nya bukan terbuat dari metal melainkan polimer. Jadi, bobot ringan bisa tercapai, sementara kekuatannya tak kalah dari rifle metal. Coba aja getok ke kepalamu. Puyeng masih dijamin…hehehe.

Didukung oleh amunisi kaliber 5.7×28 mm, helm kevlar & body armor pun bisa dijebol dari jarak 50-100 meter.

Tokyo Marui FN P90

TM P90 still in the box

Penampilannya yang jauh dari kesan garang (beda jauh ama M4 dan AK) tapi efek ergonomisnya OK, nyaman banget handlingnya. Sayang, saya belum punya kesempatan menjajal mainan ini saat skirmish…maybe someday.

Soal ukuran, rifle yang satu ini kompak banget. Kalo dibandingkan antara P90 dan M4 jelas sekali berbeda. P90 jauh lebih pendek. Untuk ukuran panjang ternyata sama persis dengan versi real steel! Sekitar 504 mm. Beratnya beda tipis. Versi mainan 2,2 kg (incl.batere) dan versi real steel-nya 2,8 kg. Untuk inner barrel versi mainan 247 mm sementara versi real steel-nya 263 mm. Untuk kapasitas isi magazen versi mainan bisa dapet 68 butir bb (versi standar/low cap) dan versi real steelnya 50 butir.

Internal parts

Urusan motor digawangi oleh dinamo gebetan Marui EG1000 yang mampu melontar bb dengan ROF (rate of fire) 850 bb/menit. Ini hampir mendekati aslinya yang dipatok di angka 900 round per minute. Edun nggak?

Jangan kuatir, Hop-Up tersedia kok! Cuma pasti bingung bagaimana mensetting hop-upnya kan? Biasa pegang M4 dikasih P90 langsung deh ndeso…hehehe. Bentar…bentar…saya juga lagi nyari2 dimana nih si Hop-Up. Buat M4/AK letak hop-up pasti ada dibalik ejecting port alias lubang tempat keluarnya selongsong peluru-kalo P90 lain lagi…(kalo ada yang punya P90 tolong kasih tau ya!!)

Buat anda yang gandrung dengan metal, jelas P90 bukan pilihan anda, baik itu mainan maupun real steel. Penggunaan metal di P90 sangat minim…paling2 flash hider, batang kokang/charging handle (bukan charging handle-nya, karena inipun terbuat dari plastik),  rel & rumah red dot optik.

P90 Gearbox V.6

Soal gearbox, P90 menggunakan versi 6, identik dengan yang dipake di M1A1 Thompson (ga tau yg namanya ‘Thompson”? Nontonlah ‘Saving Private Ryan’ banyak2).  Gearbox versi 6 emang rada nyeleneh karena mau nggak mau Marui harus mengakomodasi model bullpup, dimana trigger berada di depan gearbox.

Nah, sekarang soal marking, Marui mah mahir urusan yang ini. Di upper receiver tertera “Model PROJECT 90 Cal 5.7×28 SS90” & “P90 cal 5.7 x 28”. Sayang, nggak ada logo FN.

mag P90

Magazen

Magazen juga tetap memikat perhatian. Dibalut warna tan semi transparan lengkap dengan marking “MOD P90 50-ROUND MAGAZINE-2001-RESTRICTED LAW ENFORCEMENT GOVERNMENT USE ONLY“. Yang bikin penasaran adalah gimana cara melepas mag. Ternyata caranya, tekan 2 tombol mag release yang ada di kedua sisi rifle. Lalu angkat ke atas dan tarik ke belakang. Cara memasangnya juga sama, masukkan dahulu ujung mag ke rumah optik (bagian depan) lalu tinggal tekan pangkal mag (mulut mag) sampe bunyi KLIK.

Sentuhan seni khas Marui juga menghiasi mag ini. 68 butir peluru palsu nampak mengisi ruang kosong didalam mag, memberi kesan peluru sungguhan!

Sistem pengisian BB (feeding mechanism) beda jauh dengan rifle pada umumnya. Mag P90 pengisiannya ke bawah, terbantu hukum gravitasi sehingga keuntungannya tidak ada BB yang tersisa di dalam mag. Beda kan dengan mag M4/AK yang nyisa 2-3 butir??

Optik & Pisir

Sudah tersedia built-in integrated red-dot scope, tanpa perbesaran ya. Tersedia opsi pengaturan brightness untuk siang hari dan malam hari. Optik dikemas dalam rumah optik berbahan metal. Lensanya dilapis dengan lapisan khusus agar pandangan tetap jernih saat siang hari bolong. Hebatnya, red dot masih tetap terlihat waktu dihadapkan frontal ke sinar matahari. Tersedia juga tombol kalibrasi. Sayang, letaknya ada di bawah optik (jika mag terpasang, posisinya ada di atas mag), jadi sulit diraih buat operator yang punya jari-jari segede gaban! Hanya jari lentik yang bisa masuk. Dengan energi bersumber dari 2 baterai AAA yang tersimpan di bagian depan, rasanya cukup bisa diandalkan saat kontak frontal dengan musuh terjadi.

Pisir terbuat dari metal, terletak di dua sisi red-dot. Untuk menarget jarak jauh, pisir ini bisa diandalkan. Tapi kalo buat jarak dekat…oh no! Mending pake red-dot deh.

Hmm…capek juga ngecaprak panjang lebar…mending kita sambung di bagian kedua yah


Advertisements
Comments
  1. rico says:

    wahh manteb nih blog

    P90 emang muantaf broo….
    roff ga nahan…
    enteng klo skirmish,ga pake berat2
    ga usa kerek2 pas lg skirmish
    sekali kerek2.. itu sampe abis bb nya.. ihhihi
    cocok bgt buat CQB

    Like

    • Danar says:

      thx bro Rico, wah asyik ya gak usah pake kerek2….terus terang udah capek ngerek mlulu. Glove bg jari juga smp bolong 🙂

      btw, akurasinya gimana bro? dibahas dong…

      Like

  2. glenn lengkei says:

    tapi kalau yg model ini saya kurang suka mas

    Like

    • Danar says:

      nggak apa2 pak, selera tiap orang kan beda2 🙂
      kenapa saya suka yg ini bukan karena replikanya tapi karena paling praktis saat dioperasikan di medan CQB.
      ada 2 alasan teknis :
      1.Kalo M4/AK setelah nembak beberapa kali, jari siap2 mengkerek mag spy bb naik & siap ditembakkan. Kalo model yg ini kereknya cuma sekali di awal…setelah itu nggak perlu kerek2 lagi
      2.Mudah dioperasikan saat bermanuver ke kiri-kanan. Bisa pindah ke tangan kiri & tangan kanan dgn mudah. Itu tuntutan airsoft CQB.

      kalau main di hutan, lain lagi ceritanya…

      Like

  3. abah says:

    Asli nih enak maen buat CQB, krn handling, lincah, suspensinya bagus (emang motor!) sayang.. Saya nyoba di CS map Minidust doang huehuehue ..
    Tapi jujur dari tongkrongan ga se keren M4, MP5, H&K, dsb tp bukan berarti gak keren, krn P90 emng jarang dipromosiin Hollywood (eweuh titipan) atau media lainnya. Beda sama made in uncle Sam.

    comot lagi ah ke regroup. nanti saya siapin makan2nya ya kang 😀

    Nuhun.

    Like

    • Danar says:

      Wah ieu nu hobi comot-mencomot teh 🙂
      katingal penampakanna tah…hehehe
      salam airsoft nya!

      ps : ayeuna mah dahareun kudu nu bonafid saeutik atuh 😛

      Like

  4. bayu says:

    enka maen pointblank lagi bnag

    Like

  5. JEMBUT says:

    woi TOD lu copas dr sini ya http://airsoftdude.com/p90-airsoft.shtml

    tolol gk dicantumin sumbernya cuma modal google translate aja lu tod

    Like

  6. Billie says:

    pkk’a P90 mantep dech

    Like

  7. suryanto/han says:

    ada saran ga bro buat nyari rumah dinamo p90 clasic armi

    Like

  8. iwan prasetyo says:

    setting hop-upnya ada didekat trigger boz….jungkir balik aja ntar keliatan sliding kompartemennya…geser kekanan tuk naik hopupnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s