Review : Tokyo Marui P90 bagian 2

Posted: June 10, 2010 by Pak RT in Review

P90 Emang Tob!

Kita lanjutkan lagi review airsoft gun Tokyo Marui P90 ya? Karena di artikel sebelumnya sempat nongol iklan jualan TM P90 TR, saya harus menjelaskan apa bedanya antara TM P90 dengan TM P90 TR.

Oke, TR adalah kepanjangan dari Triple Rail. Triple Rail yang dimaksud adalah tiga buah rel yang terletak pada front set (area depan). Di seri TR tidak akan ditemukan red-dot built-in, tetapi hanya rel yang terletak di atas dan di sisi kiri-kanan front set. Anda bisa meletakkan berbagai jenis optik sesuai selera (bisa saja pasang scope tapi jadi aneh). Kalau untuk seri P90 biasa, rel hanya disediakan satu di sebelah kanan. Itu saja.

Soal charging handle (tuas kokang) bisa ditarik tapi sayang tuas ini hanya aksesoris belaka. Nggak bikin ejection port (lubang keluar selongsong) terbuka seperti di model M4/ AK.

Fire Selector model putar. S=Safe; 1=single/semi; A=auto/burst

Perkara handgrip, menurut saya sangat nyaman digenggam. Tangan yang siap menarik pelatuk (action hand) ada di posisi handgrip bagian belakang. Sementara tangan yang mensupport rifle (support hand) ada di bagian depan, jadi titik tumpu. Dengan menekan rifle, lewat kedua tangan, ke arah bahu maka handling semakin mantap & enak dalam posisi menembak.

Saat posisi seperti itu, bayangkan hanya 22cm jarak antara hidung operator ke ujung laras. Panjang ini setara jika operator menggunakan pistol dalam kontak jarak dekat! Kira-kira lebih stabil mana : pistol atau P90, hayo??

Sementara fire selector (tombol pengatur mode tembak-single/burst) terletak di handgrip bagian belakang, persis dibawah trigger sehingga bisa dioperasikan dengan mudah lewat jempol atau jari. Jika fire selector diatur di posisi 1, maka rifle hanya bisa menembak 1x. Tetapi jika diposisikan di A, maka jika trigger ditarik setengah akan memuntahkan 1 butir BB (sama seperti single mode), tetapi jika ditarik penuh maka akan menembak otomatis. Jadi teringat dengan Steyr yang mengadopsi sistem picu yang sama.

Soal trigger, saya berharap nggak kayak Steyr yang bikin sakit di ujung jari ketika dioperasikan. Supaya nggak sakit, saya mengakali dengan meletakkan trigger di buku kedua jari telunjuk, bukan buku jari pertama. Pengalaman pahit pertama kali pegang Styer selalu terkenang 😦

Hop Up (foto dikopi dari airsoftfaqs.com)

Untuk hop up letaknya tersembunyi di bagian bawah lower receiver. Posisinya persis diatas trigger, dibawah handgrip belakang. Lihat bagian bawah handgrip, ada semacam pintu kecil yang bisa digeser, nah di sanalah tempatnya.

Untuk ruang penyimpanan baterai seperti biasa di bagian popor. Ruangnya memang sempit, tapi ya mau bagaimana lagi. Posisi baterai persis ada di atas motor dinamo EG1000, orisinil bawaannya Marui. Untuk memasangnya terlebih dahulu lepas pantat popor (butt-plate) dengan menekan kunci & mendorongnya ke bawah.

Gearbox versi 6

Gearbox versi 6

Gearbox P90 jangan harap sama seperti gearbox airsoft pada umumnya. Bentuknya unik, oleh karena itu diklasifikasikan kedalam gearbox versi ????

Uji Performa

Dengan performa 270 fps menggunakan BB 0,2 gram, jarak yang ditempuh mencapai 45 meter (wow, kalo di AEG saya buat dapet jarak segini harus pake per 130 dapet di 380 fps-parah!:d).

Akurasinya pun OK, dengan grouping 2 cm pada jarak tembak 5 meter. Jarak maksimum yang diuji mencapai hampir 40 meter. Mau tau berapa ROF (Rate Of Fire)-nya? 68 rounds/detik!!

Kalo dipake pas main CQB, P90 terbukti sangat efektif. Bahkan ada yang coba handling dengan satu tangan, dan OK banget karena P90 ini cukup balanced, nggak terlalu berat ke depan atau ke belakang.

Bongkar Pasang

Membongkar P90 ternyata mudah kok. Hanya sekali tekan upper & lower receiver langsung terpisah. Tombol disassembly ada di bawah mag…jadi mag harus dikeluarkan dulu.

Sekian review singkatnya, mudah-mudahan kalo berjodoh dengan mainan ini bisa kasih review lebih lanjut.

Thx.Salam.

Advertisements
Comments
  1. bima says:

    bagus tuh,..,.

    Like

  2. iqbal says:

    keren gan!!!!!

    Like

  3. […] lama juga nggak tulis review. Terakhir review produk ini Tokyo Marui P90. Sekarang ada kesempatan bagus buat review karena atas budi baik pak Alfred (from Magelang) yang […]

    Like

  4. Arifin says:

    Berapa nih kira2??

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s