Koboi Kampung dari Bangka Menakut-nakuti Pake Pistol Mainan

Posted: November 9, 2011 by Pak RT in Berita
Tags: , ,
”Koboi Kampung Ditangkap” begitulah judul artikel di harian Bangka Pos beberapa hari yang lalu…
Saya tergelitik untuk membaginya di blog lapak airsoft agar anda bisa ikut memantau perkembangan airsoft gun di penjuru nusantara.
Tuduhan yang didera berlipat ganda, menyusul temuan-temuan lain. Silakan anda baca kisah “Koboi Kampung dari Bangka” & mendapat hikmah agar semakin bijak memiliki airsoft gun.
edisi: 01/Nov/2011 wib
KOBA, BANGKA POS – Sopir Honda Jazz BN 417 DI yang sempat beraksi ala koboi dengan menunjukkan pistol dan mengacungkan senjata tersebut kepada sopir ekspedisi Bangka Pos dua hari lalu akhirnya ditangkap aparat kepolisian.
“Koboi Kampung” ini ternyata hanyalah seorang pria bernama Andi (24), seorang warga Desa Trubus Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. Berbekal pistol jenis air softgun, pria beraksi ala Koboi Kampung ini akhirnya dapat diciduk tim Polres Bangka Tengah dan Polsek Namang di Koba, Minggu (30/10) sekitar pukul 24.00 WIB.
Ternyata aksi memainkan pistol ala koboi kepada sopir ekspedisi Bangka Pos Group ini tidak bertahan lama, tidak sampai 24 jam “Koboi Kampung” ini pun harus rela meringkuk di dalam sel pengap Polsek Namang. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit pistol jenis air soft gun, puluhan butir peluru mimisan, dua plat nomor polisi kendaraan BN 417 DI, serta mobil Honda Jazz warna silver.
Pelaku dan barang bukti langsung diamankan di Mapolres Bangka Tengah untuk diperiksa lebih jauh.
Sebelum menangkap Andi, tim Polres Bangka Tengah dan Polsek Namang sempat mengamankan sebuah mobil Honda Jazz warna silver milik Ny Susanti, warga Pangkalpinang. Tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan, Susanti tidak tahu menahu tentang kejadian yang dialami Ryan (32), sopir ekspedisi Bangka Pos tersebut.

Tim kemudian mengumpulkan keterangan baru bahwa sang pemilik mobil dengan nomor polisi palsu BN 417 DI adalah Andi, warga Desa Trubus Kecamatan Lubuk Besar.

Tim menyusul ke rumah Andi, tetapi yang bersangkutan sedang keluar ke arah Koba. Berdasarkan data dan informasi, tim akhirnya berhasil menangkap pelaku di Koba, Minggu tengah malam atau sekitar 20 jam setelah kejadian.

Kepada tim penyidik Polres Bangka Tengah dan Bangka Pos Group, Andi mengaku dirinya yang menunjukan pistol sambil diputar-putar kepada sopir ekspedisi Bangka Pos, Ryan, Minggu (30/10) sekitar pukul 04.00 WIB di jalan raya Desa Namang.

Saat kejadian, pelaku menggunakan nomor polisi kendaraan palsu BN 417 DI, sedangkan nomor polisi yang asli yakni BN 2086 AQ.

“Iya benar, saya yang tunjukkan pistol dan mutar-mutar kepada sopir tersebut. Hanya untuk menakut-nakuti saja karena sejak masuk Namang, kami sering saling nyalip dan mobilnya sering berhenti-berhenti.

Makanya, saat di Namang, saya tunjukkan pistol supaya dia tidak nyalip lagi. Dan setelah itu, mobilnya tidak kelihatan lagi dari belakang,” kata Andi.

Setelah sempat dibawa ke Polres Bangka Tengah, Andi kini diamankan di sel tahanan Polsek Namang. Saat ditemui harian ini tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, Andi menceritakan dirinya adalah kolektor timah.

Dia baru sekitar tujuh bulan menikahi Elvina yang sama-sama keturunan Thionghoa. Pasangan ini belum dikarunia anak. Setiap hari, Andi selalu pulang-pergi Pangkalpinang-Koba sambil membawa uang puluhan juta bahkan ratusan juta di atas mobil Honda Jazz warna silver miliknya.

Mobil Honda Hazz yang memiliki nomor polisi asli BN 2086 AQ itu selalu diganti-gantinya, termasuk plat nomor palsu BN 417 DI.

Pada saat kejadian, Minggu (30/10) sekitar pukul 04.00 WIB, Andi yang mengendarai Honda Jazz warna silver dengan BN 417 DI mulai beriringan dengan mobil ekspedisi Bangka Pos yang dikemudikan Ryan (32) di simpang Bandara Depati Amir. Selama perjalanan menuju Koba, keduanya sering saling mendahului.

Aksi saling nyalip berlangsung hingga memasuki daerah Namang. Dengan alasan takut sering disalip, Andi kemudian mengangkat pistol dan menunjukkannya kepada Ryan ketika sang sopir ekspedisi pengantar koran tersebut sempat berhenti di agen koran Tarmizi di daerah Namang.

“Saya juga takut karena dia (Ryan, red) sering nyalipku. Makanya, ketika mau masuk Namang, saya angkat pistol dan tunjukkan sambil mutar-mutar untuk menakut-nakutinya,” katanya.

Andi menambahkan upaya menakut-nakuti sopir ekspedisi itu agar tidak menyalip kendaraannya lagi.
Andi mengaku pistol tersebut sering dia bawa, tetapi bukan miliknya melainkan milik kakaknya bernama Danil dengan nomor anggota Depok Air Softer, DAS 190458/752. Masa berlaku pistol tersebut sampai 20 April 2012.

“Kalau bawa uang banyak, saya sering bawa pistol milik abangku, hanya untuk jaga keamanan diri,” jelas Andi.

Setelah kejadian itu, Andi langsung ke rumahnya di Desa Trubus dan akhirnya ditangkap tim Polres Bangka Tengah dan Polsek Namang di daerah Koba.

“Saya minta maaflah, om. Maksudku untuk menakut-nakuti tapi akhirnya sekarang saya harus diamankan di sel tahanan,” pinta Andi.

Dijerat Pasal 335
Kapolres Bangka Tengah AKBP M Setyobudi didampingi Kasat Reskrim AKP Era Joni membenarkan pelaku yang menunjukkan pistol kepada sopir ekspedisi Bangka Pos sudah ditangkap dan diamankan beserta seluruh barang bukti.

“Palakunya sudah kita tangkap. Motif pelaku hanya untuk menakut-nakuti, tetapi kita masih melakukan penyelidikan lebih jauh,” tegas Setyobudi.

Mengenai jenis pistol yang digunakan pelaku, Kasat Reskrim Polres Bangka Tengah AKP Era Joni menjelaskan tidak bisa dijerat dengan Undang-Undang Darurat Tahun 1952 Nomor 12 karena tidak termasuk kategori senjata api atau mengandung bahan peledak.

Akan tetapi, sesuai dengan Surat Keputusan Kapolri Nomor 82/II/2004 tentang pengawasan dan pengendalian, maka pistol jenis air soft gun tersebut disita.

“Pistolnya kita sita tetapi tidak bisa dijerat dengan undang-undang darurat karena bukan senjata api atau bahan peledak,” jelas Era Joni.

Era menegaskan untuk sementara pelaku dijerat menggunakan pasal 335 KUHP terkait perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun.

“Kita masih selidiki lebih jauh motif pelaku maupun penggunaan pistol jenis soft gun ini. Pelaku untuk sementara kita amankan guna pemeriksaan lebih jauh,” tandas Era.

Tidak ada Izin
Direktur Intelkam Polda Babel Kombes Agus Saripul menegaskan sampai sekarang Mabes Polri belum pernah mengeluarkan izin penggunaan senjata air soft gun.

Sebab jenis senjata ini tidak memiliki izin impor. Jadi siapa saja yang membawa senjata air soft gun dianggap ilegal.

“Bawa air soft gun walaupun itu aparat, itu ilegal. Sebab sampai sekarang senjata tersebut belum ada izin impornya,” kata Agus dikonfirmasi Bangka Pos Group, Senin (31/10).

Agus mengakui belakangan ini beredar informasi di masyarakat bahwa senjata tersebut legal karena ada izinnya. Namun menurut Agus itu bukan izin tetapi kartu klub yang dibuat sebagai anggota kelompok pengguna senjata jenis tersebut.

“Jadi pengunaan air soft gun boleh asal dikembalikan atau dititipkan kembali di Polda Babel. Pada saat mau digunakan saja, setelah itu dikembalikan. Anggotanya ada juga yang purnawirawan Polri maupun TNI,” ungkap Agus.

Kapolda Babel Brigjen M Rum Murkal kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu sempat menyinggung soal kepemilikian senjata air soft gun.

Kapolda saat itu menegaskan senjata air soft gun dilarang beredar di masyarakat tanpa ada izin yang jelas.
“Tidak ada izin impornya.

Bahkan ketika Kapolrinya masih dijabat Jenderal Susanto menginstruksikan untuk ditarik semua senjata yang ada di masyarakat untuk didata kembali.

Tidak hanya air soft gun, senjata api berpeluru karet dan mainan yang mirip senjata api juga sempat diamankan, karena saat itu banyak kejadian tindak pidana di masyarakat,” kata Kapolda. (j2/i2)

BANGKA POS
Apresiasi Polisi

  •  Ryan Empat Tahun Layani Pembaca

BANGKA POS GROUP menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja polisi yang smart dan cepat dalam menangkap pelaku aksi unjuk  pistol terhadap driver ekspedisi Bangka Pos Group.

“Kami menghaturkan apresiasi yang tinggi terhadap Kapolda Brigjend Rum Murkal dan jajarannya, Kapolres Bangka Tengah AKBP M Setyobudi dan jajaran Polres, Kapolsek Namang Iptu Nizamli dan jajaran Polsek.

Hanya dalam waktu kurang dari 2 X 24 Jam, pelaku aksi unjuk pistol bisa diringkus. Setiap anasir yang meresahkan dan intimidatif wajib ditindak tegas.

Dengan cara seperti itulah polisi memberi pengayoman dan rasa tenteram,” ungkap Director/Publisher Bangka Pos Group Agus Ismunarno atas tertangkapnya penodong 20 jam sejak melapor ke Polsek Namang.

Melalui Agus Ismunarno, Herman Darmo, Director Group of Regional Newspaper Kompas Gramedia juga menyampaikan terimakasih kepada Kapolda dan jajarannya.

“Hebat kinerja polisi di Babel. Terima kasih Kapolda,” kata Herman Darmo.
Kapolda Rum Murkal saat menerima informasi dari Bangka Pos Group sekitar pukul 11.00 mengatakan langkah segera melapor ke polisi terdekat sangat membantu polisi dalam mengungkap kasus dan tindakan selanjutnya. Ternyata, 13 jam kemudian pelaku tertangkap.

Tindakan aksi penodongan atau memperlihatkan pistol dengan tujuan menakut-nakuti merupakan tindakan arogan dan melanggar hukum.

“Apalagi yang ditakut-takuti adalah karyawan pers yang sedang mengantarkan produk pers yaitu Harian Bangka Pos kepada ribuan pembaca di  Bangka Tengah dan Bangka Selatan,” kata Agus.

Blessing dari kasus tersebut, kata Agus, adalah fakta-fakta pelanggaran. Pertama, unjuk pistol dengan tujuan menakuti, kedua, ternyata pengunjuk pistol adalah pemakai yang tidak berhak, ketiga pengunjuk pistol menggunakan mobil bernomor mobil tidak asli.

“Kami juga sedang menggali informasi apakah aksi unjuk pistol tersebut murni reaksi spontan pelaku ataukah terkait dan menjadi bagian dari mata rantai pemberitaan? Kalau peristiwa itu spontan kenapa ada fakta mobil yang menggunakan plat nomor lain? Pelaku mestinya tahu siapa yang ditakuti karena mobil pick up yang dikendarai Ryan memiliki identitas besar BANGKA POS di kanan, kiri dan depan mobil,” ungkap Agus sambil tetap memercayakan kasusnya pada polisi.

Melayani Pembaca
Ryan, driver ekspedisi yang menjadi korban unjuk pistol sempat terkejut namun pagi harinya tetap bertugas seperti biasa menggunakan mobil beridentitas BANGKA POS.

Ryan bersama tiga rekannya menjalani tugas rutin mengantar puluhan ribu Harian Bangka Pos dari Pangkalpinang menuju Koba Toboali, menuju Simpang Rimba, menuju Belinyu dan menuju Muntok.

Sementara di Belitung driver ekspedisi mengantar koran dari Tanjungpandan menuju Manggar, Gantung, Kelapa Kampit, Mambalong dan sekitarnya.

“Kami tidak memahami ketika pelaku unjuk pistol beralasan merasa mobilnya disalib berkali-kali. Tugas driver ekspedisi adalah mengantar koran tepat waktu sehingga masyarakat di Muntok, Belinyu, Koba, Toboali dan Simpang Rimba bisa membaca Bangka Pos selesai sholat subuh menjelang matahari terbit.

Tatkala tujuan ekspedisinya Koba dan Toboali maka Ryan sampai Namang berhenti sampai 4 (empat) kali. Sedang sampai Toboali akan berhenti 17 kali di tempat agen.

Menuju Simpang Rimba akan berhenti 23 kali. Sementara di Belitung akan berhenti hinga 31 kali di agen Pos Belitung,” kata Agus memberi penjelasan.

Agus juga menjelaskan, dari Pangkalpinang menuju Belinyu driver ekspedisi akan berhenti sebanyak 38 kali, menuju Muntok  21 kali.

“Ryan sudah empat tahun melayani pembaca sehingga 4 kali 365 hari ia lalui jalan-jalan utama di Bangka. Kehidupan Ryan ya masyarakat di sekitar jalan-jalan yang dilalui.

Komunitas itulah yang ia jaga setiap harinya karena merekalah pelindung Ryan. Terasa mengejutkan ketika pelaku unjuk pistol merasa terganggu dan merasa harus menakut-nakuti,” kata Agus. (ags)

****

Kesimpulan :

Kita tidak lagi mengharapkan peristiwa “Koboy Kampung” ini terulang lagi. Jangan sampai terulang lagi. Maka dari itu, yang perlu dipahami, airsoft gun bukanlah alat pertahanan diri. Menyimpannya di dalam mobil dengan maksud untuk menjaga diri itu sudah jelas penyalahgunaan. Lain waktu saya akan bantu jelaskan mengapa disebut penyalahgunaan.

Salam

Advertisements
Comments
  1. Agus says:

    Mungkin karena di selip2 atau selip2an dan bawa uang jadi…ketangkep deh…yg punya softgun harus sadar..softgun itu bisa di gunakan di garasi rumah..kebun..atau tempat latihan menembak..bravo lapakairsoft

    Like

  2. polthak says:

    kenapa polisi tdk segera membuat regulasi yg jelas?,dan om andi ini jelas salah udah pake plat palsu,sakit pula mentalnya lok memang dia diajak balap knp dia gk ladenin dg balap,toh jazz VS mobil box dah jelas pemenangny,ini merugikan airsofter.

    Like

  3. jumlah gede lagi puluhan ribu yg jadi harapan sya smoga samsat petugas nya bukan dr kepolisian tp cukup dari sipil aj.

    Like

  4. […] Outbound malang, paintball, airsoft gun, rafting, arung jeram jawa timur, kasembon rafting malang ):Airsoft Gun Review JG SR-15 AEGDiscounted Range Airsoft GunPopular Designs For Airsoft GunsPulang Larut, Perempuan Boleh Minta Tumpangan Mobil Polisi : Lolos Dari Mulut Beruang…Masuk Ke Mulut Anjing!Koboi Kampung dari Bangka Menakut-nakuti Pake Pistol Mainan […]

    Like

  5. jagoan neon says:

    Saya jg pernah diancam oleh org yg ngaku pejabat polri. Sambil berkata org itu jg membuka bajunya memperlihatkan pistol yg terselip di celana. Saya memberhentikan mobil didepan pos polisi sesuai kemauan dia ,tp tnyata….hahahaha….dia aj g berani berhenti….udh tahu klo salah x. Goblok….goblok….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s