Drama Sinar Kudus : Denjaka Lumpuhkan Perompak di Somalia part 2

Posted: July 31, 2012 by Pak RT in Story
Tags: , ,

Yang sudah baca kisah pembebasan sandera di kapal Sinar Kudus part 1, sekarang silakan dilanjutkan ke part 2, Maaf, delay-nya kelamaan karena majalahnya sempet ngilang…hehehe. Kisah heroik Pasukan Gabungan Indonesia part 2 kali ini banyak bertutur tentang persiapan & menjelang gelar operasi di Kolombo. Ok deh selamat mengikuti :

Sementara di lepas pantai Tanjung Priok, secara simultan mulai dilaksanakan latihan secara terpadu. Sebuah kapal lain sejenis Sinar Kudus yang dimiliki Samudera Indonesia, digunakan untuk latihan. Kali ini latihan tidak lagi untuk sebuah upacara, tapi  latihan untuk menghadapi situasi sesungguhnya.

Latihan diikuti oleh hampir 100 personel pasukan khusus gabungan dari Denjaka TNI AL dan Satuan 81 Kopassus TNI AD. Sejumlah materi dilatihkan selama beberapa hari seperti ship boarding dan ship movement attack. Materi seperti ini di lingkungan pasukan khusus biasa disebut VBSS (visit, board, search, seizure). Latihan dilaksanakan dari 18 Maret sampai jelang keberangkatan ke Kolombo pada 29 Maret.

Alotnya perundingan di antara pembajak dengan perwakilan Samudera Indonesia dalam menentukan nilai tebusan, membuat situasi semakin tak menentu. Sementara di dalam negeri, berita perompakan ini mulai menjadi sajian utama media cetak & elektronik. Sejumlah elemen masyarakat mulai bergerak menuntut pemerintah untuk segera menentukan sikapnya : BAYAR TEBUSAN atau SERBU!

Menurut data yang diperoleh Satgas Duta Samudera-1, sejak dikuasai perompak pada 16 Maret, Sinar Kudus sempat dimanfaatkan sebagai mother ship oleh perompak untuk membajak kapal lainnya. Pada 17 Maret, Sinar Kudus digunakan untuk membajak kapal MV Emperor milik Liberia namun gagal karena kapal tersebut dikawal personel bersenjata. Kejadian sedikit lucu terjadi ketika mereka bermaksud MV Irine milik Yunani, yang ternyata sudah dibajak lebih dahulu oleh kelompok lain. Tanggal 19, Sinar Kudus bergerak kembali ke perairan Somalia (selatan).

Menurut sejumlah informasi yang diperoleh redaksi COMMANDO peroleh, situasi di perairan Somalia saat ini memang sudah sedemikian kompleksnya. Dengan sistem pemerintahan yang tidak efektif bahkan dianggap stateless, perairan Somalia berubah menjadi medan perang yang dikuasai sejumlah war lord.

masyarakat mulai bergerak menuntut pemerintah untuk segera menentukan sikapnya : BAYAR TEBUSAN atau SERBU!

Jika semula aksi mereka (mungkin) didasarkan kepada tuntutan perut, maka saat ini (diduga) ulah kelompok-kelompok ini sudah terkoordinir & massif. Meski PBB belum sanggup menyelesaikan persoalan di Somalia, namun organisasi yang bermarkas di New York ini cukup bijak dengan mengeluarkan REsolusi 1851 yagn mengizinkan negara manapun untuk melakukan operasi militer di negara tersebut.

Setelah berlayar selama 5 hari dari Jakarta, akhirnya KRI Abdul Halim Perdanakusumah dan KRI Yos Sudarso tiba di Kolombo pada 28 Maret. Selain melaksanakan bekal ulang (bekul), tempat ini juga diputuskan sebagai rendezvouz point dengan personel Denpursus. Sesuai rencana yang disusun, Denpursus harus melakukan latihan penyerbuan sambil menunggu kedua kapal sandar di Kolombo. Pada tgl 29 pagi, dari Lanud Halim Perdanakusumah diberangkatkan 96 anggota Denpursus dengan inti kekuatan empat tim Denjaka TNI AL ditambah satu tim berkekuatan 12 orang dari Sat 81 Gultor TNI AD.

Rombongan dipimpin langsung oleh komandan Denjaka Kolonel (Mar) Suhartono dengan menumpang pesawat Boeing B737-400 TNI AU yagn dipiloti langsung oleh komandan skadron 17 Letkol Pnb Ronald Lukas Siregar.

Beberapa hari sebelumnya, setelah mempelajari situasi terakhir yang semakin memanas, Presiden SBY memerintahkan KRI Banjarmasin (592) dengan pasukan pemukul gabungan setingkat batalion berjumlah 800 personel. Ikut dalam rombongan prajurit dari Marinir, Kopaska, Taifib, Kopassus, Kostrad, lima tank pendarat BMP-3F, delapan LVT-7, sepuluh BTR-50, lima pucuk Howitzer 105, 30 perahu karet, sepuluh sea rider dan sejumlah bala bantuan.

Presiden menekankan agar dihindari timbulnya korban dari pihak ABK. Namun jika hal itu sampai terjadi maka atas nama negara, pantai El Danan sebagai perkuburan terbesar perompak akan diserbu dengan kekuatan militer.

Presiden melalui Komandan Satgas selalu menekankan agar dihindari timbulnya korban dari pihak ABK yang dijadikan sandera. Namun jika hal itu sampai terjadi maka atas nama negara, pantai El Danan sebagai perkuburan terbesar perompak akan diserbu dengan kekuatan militer.

Karena jumlah pasukan yang dikerahkan sangat banyak, kekuatan pemukul yang menumpang KRI Banjarmasin ini dipimpin langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Alfan Baharudin. Begitu juga dengan organisasi Satgas. Seiring berjalannya waktu, komposisi kekuatan dan kemungkinan ancaman, akhirnya Satgas Duta Samudera-1 dilebur ke dalam organisasi baru dipimpin Komandan Korps Marinir dengan nama Satgas Merah Putih.

Koordinasi dilakukan di Kolombo sebelum keberangkatan. Tim inti Denpursus yang akan melakukan serangan terhadap perompak ditempatkan di KRI Yos Sudarso. Sedangkan KRI Abdul Halim Perdanakusumah selain menjadi kapal komando juga diisi unsur cadangan Satgas Gultor TNI. Kolonel (Mar) Suhartono yang dipercaya sebagai Komandan Satgas Penanggulangan Teror (Gultor) TNI serta Perwira Staf Operasi Letkol Laut (E) Bramantyo dan Komandan Detasemen Tempur Khusus Mayor Mar Samson Sitohang, onboard di KRI Yos Sudarso. Sementara Wadansatgas Letkol (Inf) M.Shobri dan Komandan Detasemen Bantuan Mayor (Mar) Rino Rianto, onboard di KRI Abdul Halim Perdanakusumah.

HK 416

HK 416

Sniper HK 417

Sniper HK 417

Di KRI Yos Sudarso sudah disiapkan 4 perahu cepat Sea Rider. Setiap perahu bisa dimuati 11 personel ditambah satu pengemudi dan satu petembak senapan mesin GPMG kal.7,62mm. Perahu ini tergolong ke dalam kelas RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat), berbahan bakar Pertamax dan mampu digeber hingga kecepatan 35 knot.

Untuk mengantisipasi ancaman dari perompak, setiap Sea Rider dibekali satu penembak RPG-7. Dalam operasi ini, Denjaka menggunakan senapan HK 416 kal.5,56mm, sedangkan Sat 81 menggunakan SiG-552 kal.5,56mm.

Sebuah helikopter BO-105 TNI AL juga disiapkan untuk memberikan air cover. Heli ini sudah disiapkan untuk ditempati dua penempak, senapan mesin GPMG dan sniper dengan senapan HK 417 kal.7,62mm, jenis serupa yang diketahui digunakan SAS Inggris di Irak.

***

Fiuh…capek juga ngetik ya…break dulu ah. Sambung ke artikel berikutnya, biar pada nggak pegel bacanya 🙂

Advertisements
Comments
  1. tampalang says:

    Keren banget artikelnya, menunggu artikel selanjutnya 😀 (y) (y) (y)

    Like

  2. Telagamas Mitratama says:

    Siip…. lama ndak ngedenger n baca kisah heroik negeri sendiri… jadi bangkit lagi dah jiwa nasionalisme di dada nih… Jeeee……. ok dah…. I love TNI n bravo… for nationalism….

    Like

  3. nanang says:

    kalo lihat perlengkapanya hebat juga strategi pak sby, benar benar bisa jadi kuburan perompak

    Like

  4. I Komang Candra,SH says:

    Nice. . . very clever,cerita heroik seperti itu menanamkan jiwa patriot dan kebangsaan yg bagus disamping mendongkrak popularitas dan daya jual AIRSOFTGUN. sukses yach. . .

    Like

  5. imamfahmi says:

    majun terus TNI. jaya darat laut dan udara…

    Like

  6. ricky parlindungan says:

    Keren juga nih tulisannya mas danar…Btw kenapa cari HK 416 yah?Nge-jam nggak kalau kena air laut?Mampu menyaingi daya tahan AK 47?

    Like

  7. oman says:

    artikel super mantap nih! ane dah nunggu nunggu parta dua lama bener om hehe

    Like

  8. Krisna says:

    gan lapak ente boleh kan ane promosiin di blog ane

    Like

  9. miom says:

    wiiddiiihh mantep juga tuuhh gan..

    Like

  10. wokegan says:

    Yang part 3 kapan mas terbit 😀
    ditunggu ya

    Like

  11. jack komboy says:

    seri ke 3 nya mana?

    Like

  12. […] silent & keren banget! Baca lagi artikel tentang Drama Pembajakan Sinar Kudus part 1 & part 2 (sayang part 3 ngilang […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s