6 Fakta Bajak Laut Somalia Yang Tidak Diketahui Orang Banyak

Posted: February 4, 2014 by Pak RT in Bedah Sejarah
Tags: ,

somali-pirate_2694654b

Artikel kali ini tema utamanya terinspirasi dari Majalah ANGKASA Edisi Khusus “BAJAK LAUT”. Tulisannya agak panjang tapi temanya betul-betul OUT OF THE BOX. Diluar perkiraan saya. Ternyata ada kekuatan milisi sipil yang handal beroperasi di perairan dan nggak tanggung-tanggung penghasilannya bisa mencapai jutaan dollar Amerika! Tapi jangan ditanya bagaimana sadisnya mereka. Siapakah mereka? Simak lebih lanjut kupas tuntas bajak laut Somalia…

***

Salah satu hal yang paling ditakuti oleh para pelaut di lautan,selain badai yaitu BAJAK LAUT. Di dalamnya terkandung perompakan, penyanderaan, hingga pembunuhan. Tindakan perompakan, atau lebih umum lagi bajak laut, telah terjadi sejak beberapa abad silam.

Aksi bajak laut atau perompakan kapal tidak akan hilang selama faktor keamanan lalu lintas di wilayah perairan dangkal ataupun lautan lepas tidak terjamin. Beberapa kawasan laut dunia pun lantas dijadikan spot oleh kawanan bajak laut untuk melakukan aksinya. Umumnya daerah-daerah tersebut masih minim dalam hal pengamanan, atau paling tidak komplotan pembajak masih melihat celah untuk melakukan aksinya di tempat-tempat tertentu. Wilayah-wilayah laut yang harus diwaspadai itu tersebar di perairan beberapa negara, selat & laut lepas. Kamu boleh percaya boleh tidak, wilayah laut Indonesia pun tak luput menjadi sorotan dan masuk dalam daftar hitam “the world’s most dangerous waters”.

Tetapi sangat kelewatan jika membahas bajak laut tetapi tidak mengupas bajak laut asal SOMALIA!

Mungkin kamu masih ingat kisah pembajakan kapal MV SINAR KUDUS yang berhasil dibebaskan TNI di perairan Somalia lewat operasi militer yang super silent & keren banget! Baca lagi artikel tentang Drama Pembajakan Sinar Kudus part 1 & part 2 (sayang part 3 ngilang nih…).

Ini dia 5 Fakta Bajak Laut Somalia yang mungkin kamu baru mengetahuinya sekarang :

FAKTA #1 : Modus Pembajakan Sekali Tepuk 2 Lalat Mati

Ini ungkapan untuk sebuah modus pembajakan berganda. Para bajak laut Somalia biasanya menggunakan kapal yang mereka berhasil bajak sebagai mother ship atau kapal induk untuk membajak kapal laut yang lain. Ide cerdas bukan?

Atau ada pula ide cerdas lain yang sempat disinyalir oleh Gugus Tugas Gabungan pasukan elit TNI saat pembebasan MV Sinar Kudus. Ketika tebusan telah dibayar, dan bajak laut siap meninggalkan kapal yang dibajak, ada grup bajak laut yang lain yang bersiap mengejar & menduduki kembali kapal yang baru ditinggalkan grup pembajak pertama. Pemilik kapal bisa langsung stroke! Ini seperti jatuh tertimpa tangga, ketiban duren pula….hahaha. Skenario cerdas sekaligus menyayat hati.

Begitu mereka merapat kembali ke kampung halamannya, mereka sudah mengantongi keuntungan berlipat-lipat. Bagi mereka bekerja dobel atau triple lebih cepat & lebih keras itu berguna sekali. Emangnya mau apalagi yang diharapkan jika hidup di sebuah negara yang harapan usianya cuma sampe 46 tahun? Bayangkan, seperempat anak-anak mati sebelum usianya mencapai 5 tahun. Coba bayangkan kalo kamu hidup di negara seperti itu.

Jadi, kerja mereka harus cerdas & keras supaya mereka bisa menikmati kekayaan selagi usia masih ada. Betul-betul kenyataan pahit yang harus mereka jalani.

FAKTA #2 : Profesi Bajak Laut Somalia Adalah Profesi Kepepet

Mengapa demikian? Mari kita simak kondisi umum negeri Somalia berikut ini.

Republik Federal Somalia, yang meraih kemerdekaan tahun 1960 dari Inggris dan Italia, sebenarnya merupakan negara dengan posisi sangat strategis untuk perdagangan. Negara di tanduk timur Afrika dengan suhu rata-rata antara 30-40 derajat celcius ini memiliki garis pantai terpanjang di benua tersebut (3.025 km). Tanahnya terdiri dari plato (daratan rata), dataran rendah, dan dataran tinggi, sehingga pada zaman Mesir Kuno wilayah ini disebut sebagai “Tanah Aromatik”.

phillips_pirates.jpg.CROP.promovar-mediumlargeSomalia berbatasan dengan Ethiopia di sebelah barat, Djibouti di barat laut, Kenya di barat daya, teluk Aden di utara, dan Lautan India di Timur. Pertanian menjadi mata pencaharian utama di Somalia. Angka pendapatan kotor Somalia dipasok dari pertanian, seperti pisang, dan peternakan, seperti kulit, juga berburu binatang dengan persentase mencapai 65%. Mata pencaharian lain berasal dari perikanan dan industri. Hasil produksi mereka diekspor ke beberapa negara, seperti Arab Saudi, Italia, dan China. Somalia juga memiliki bahan tambang, seperti minyak bumi, bijih besi, gips, mangan, dan uranium. Sementara bahan mineral lain, seperti garam, batuan gamping dan pasir.

Cuaca yang tidak menentu & musim kemarau yang panjang menyebabkan tanah di negeri ini menjadi tandus. Akibatnya, pertumbuhan pertanian terhambat, ditambah cara-cara berproduksi yang masih tradisional. Tahun 1970-an, Somalia mengalami kesulitan ekonomi akibat kemarau panjang dan datangnya ribuan pengungsi dari Ethiopia. Keadaan ini terus berlanjut, bahkan sampai 1988, ketika Somalia mulai dilanda perang saudara, keadaan makin tak karuan. Perang telah menghancurkan sendi-sendi industri di Negara itu, menyebabkan Somalia menjadi negeri dengan penderitaan berkepanjangan.

Pada puncaknya, ketika pemerintah Somalia membubarkan angkatan bersenjatanya, termasuk angkatan laut, praktis laut Somalia tanpa penjagaan. Di situlah kapal-kapal negara asing yang melintas disinyalir bebas melakukan pencurian ikan dan aktivitas pencemaran dengan membuang limbah ke laut. Pembuangan limbah-limbah ke laut, di sisi lain, menyebabkan para nelayan Somalia kehilangan pendapatan, ikan menjadi langka karena telah mati dan atau dipukat oleh kapal-kapal asing. Para nelayan Somalia kemudian berontak. Mereka melakukan perlawanan sepihak dengan tindakan perompakan ataupun pembajakan kapal. Seperti tindakan balas dendam serta berdalih melakukan pengamanan perairan laut Negara, mereka kemudian berkomplot dan membentuk organisasi-organisasi terlatih.

Sekitar 70% masyarakat pesisir Somalia mendukung pembajakan kapal sebagai bentuk “pertahanan nasional” wilayah teritorial laut mereka. Bajak laut kemudian malah dipercaya dapat melindungi lahan perikanan dan keadilan terhadap sumber daya laut yang dicuri kapal-kapal asing. Tindakan yang mereka lakukan tersebut tercermin dari nama-nhama yang dipilih beberapa kelompok bajak laut, seperti Nasional Volunteer Coast Guard.

FAKTA #3 : Penghasilan Jutaan Dollar Luar Biasa

930353-captain-phillips

Teluk Aden menjadi wilayah sasaran favorit bagi komplotan perompak. Di teluk ini, setiap tahun ada 20.000 kapal kargo melintas membawa bermacam muatan berharga dari timur ke barat. Potensi bisnis yang menggiurkan bukan?

Dari sisi pendapatan, kegiatan bajak laut kapal menghasilkan pendapatan yang tidak sedikit. Data menyebut, tahun 2011 komplotan perompak Somalia disinyalir berhasil meraup uang 146 juta dollar AS. Diperkirakan pada tahun itu 3.000 – 5.000 bajak laut Somalia melakukan aksi terhadap kapal-kapal yang melintas.

Bajak laut Somalia berbeda dengan bajak laut dari negara lain seperti dari Asia Tenggara yang target operasinya terbilang “recehan” seperti mencuri kompresor, genset atau peralatan remeh temeh yang ada di kapal. Bajak laut Somalia tidak tanggung-tanggung. Target mereka bisa meraup angka puluhan juta dollar dalam kurun satu tahun operasi. Sebuah angka fantastis yang bisa diraih sekelompok bajak laut miskin.

Pernah satu kejadian, para bajak laut berhasil membajak kapal tanker dan menggiring pulang serta menyedot minyaknya untuk kebutuhan penduduk kota. Betul-betul sebuah bisnis yang menggiurkan!

Kelihatannya saja para bajak laut itu dekil, seperti yang dipertontonkan dalam film “Captain Phillips”. Sebenarnya mereka kaya raya di kampungnya. Dalam strata sosial penduduk Somalia, profesi bajak laut itu adalah profesi terhormat. Selain karena de facto merekalah satu-satunya penjaga maritim & segala aset laut yang dimiliki negeri miskin tersebut, para bajak laut ini adalah income generator bagi penduduk lain. Kini anak-anak kecil disana bisa makan kenyang & sekolah dengan enak.

Coba bayangkan, begitu tebusan sandera telah dibayarkan & para bajak laut pulang dengan selamat ke kampungnya, maka akan ada bisnis baru yang muncul mengikuti. Ekonomi penduduk di kota Haradhere, Eyl dan Bossaso kini meningkat drastis. Bisnis internet cafe, clothing, telepon selular dibuka dimana-mana. Mereka lebih bahagia dari masa sebelumnya. Fakta yang sulit ditolak.

Dan, perlu kamu ketahui, ungkapan “Uang Tidak Jatuh Dari Langit” itu tidak berlaku di kota-kota basis bajak laut. Mengapa? Karena disana, uang betul-betul jatuh dari langit! Tentu dalam format bungkusan yang kuat & anti air yang dijatuhkan oleh helikopter sebagai tanda tebusan bagi para sandera. Ketika hari itu terjadi hati para bajak laut tentu berbunga-bunga.

Semua transaksi ilegal ini dilakukan secara CASH! Tidak bisa dilakukan lewat pembayaran online (Hahaha….jadi inget bisnis online!) karena sistem perbankan Somalia tidak mengenal sistem online.

tebusan datang dari langit

Munculnya komplotan-komplotan bajak laut Somalia juga disinyalir banyak kalangan tidak lepas dari para pemain di belakang layar yang bertindak selaku donator kegiatan mereka. Di sini hukum dagang berlaku, pendapatan para komplotan bajak laut dari hasil kegiatannya kemudian dibagi dua dengan donator. Itulah yang kemudian dinilai bahwa kultur perompakan kapal disertai pembajakan dan penyandraan tawanan telah menjadi suatu lingkaran dari berbagai kepentingan yang bermain di sana.

Dalam perkembangan berikutnya, komplotan-komplotan bajak laut Somalia terus tumbuh. Bahkan kemudian menjadikan mereka mengerti perihal keuntungan besar dari tindakan merompak, membajak, dan menyandra. Posisi tawar yang tinggi atas keselamatan barang kiriman, aset kapal, hingga keselamatan jiwa awak dan penumpang kapal, seringkali memposisikan mereka berada di atas angin. Apa yang menjadi tuntutan mereka pun kemudian dikabulkan oleh pihak-pihak terkait. Hanya negara-negara tertentu yang kemudian mengambil tindakan militer dalam bentuk operasi pembebasan sandera dan melakukan perlawanan terhadap para komplotan tersebut. Indonesia adalah salah satu diantaranya (you should be proud!)

FAKTA #4 : Garang, tapi Takut Britney Spears

pemberontak-britney-131029c

Menurut berita yang dilansir sebuah media internasional memang betul bajak laut Somalia takut dengan suara Britney Spears. Sejumlah operasi militer dilakukan untuk menangkal aksi para bajak laut. Angkatan Laut Inggris punya ‘senjata rahasia’ unik tapi jitu: menyetel lagu-lagu Britney Spears dengan volume paling keras. Cara itu ternyata efektif untuk menakut-nakuti para perompak.

Mengapa suara Britney Spears yang seksi begitu menakutkan bagi para bajak laut?

Ternyata tak ada hubungannya dengan sosok penyanyi pop itu. Menurut perwira AL Inggris, Rachel Owens, itu lebih karena antipati para perompak terhadap budaya Barat.

“Mereka tak tahan dengan budaya Barat atau musiknya. Membuat lagu-lagu Britney sempurna untuk dimainkan,” kata dia seperti dimuat Daily Mail, 29 Oktober 2013.

Rachel, yang bertugas di supertanker di lepas pantai timur Afrika menambahkan, lagu-lagu seperti “Baby One More Time” dan “Oops! I Did It Again” ampuh untuk mencegah aksi pembajakan dan penculikan.

“Lagu-lagu Britney dipilih oleh tim karena diduga itu yang paling dibenci bajak laut,” kata Rachel.

“Cara ini efektif, kami jarang merasa perlu mengeluarkan tembakan,” kata perempuan 34 tahun asal Gartmore itu. “Sekali dikejutkan Britney, mereka langsung tunggang langgang.” Sementara, Steven Jones dari Asosiasi Keamanan untuk Industri Maritim mengatakan, “para perompak akan melakukan apa saja untuk menghindari musik itu,” kata dia.

Well…..saya sendiri masih meragukan kebenaran berita ini. Agak aneh rasanya, hanya dengan mendengar lagu Britney kemudian bajak laut pergi begitu saja.

FAKTA #5 : Lifestle Bajak Laut Bergelimang Harta, Wanita & Narkoba

Menjadi perompak adalah lapangan kerja baru bagi para generasi muda Somalia. Sekaligus jalan pintas menuju hidup mewah bergelimang harta. Inilah gaya hidup baru para perompak Somalia: rumah besar, mobil keren, perempuan cantik, dan narkotika — yang dikecam baik tokoh agama maupun penduduk desa. Uang pun mengubah wajah Somalia. Sebuah jalan beraspal membelah kota Bossaso, hotel-hotel baru, dan bangunan anyar berbaris di pinggir-pinggirnya. Mobil SUV dan kendaraan mewah buatan Asia lalu lalang di jalanan. Lagu Amerika, Somalia, dan India menderu dari tape mobil. Bahkan mereka bisa membiayai katering dengan makanan ala barat untuk konsumsi sandera yang mereka bawa pulang.

Sistem kredit baru berlaku, para bajak laut tak perlu membayar tunai jika membeli barang. Mereka dibolehkan mengambil barang secara kredit, dengan harga tinggi, dan melunasi utang mereka jika uang tebusan sudah di tangan. Tak ada lagi adu ngotot tawar menawar harga, para pedagang ketiban untung karena banyak orang tak mau diberi uang kembalian.

Sistem perkawinan juga telah dipengaruhi oleh bajak laut dengan kantong tebal. Ratusan mobil mengawal pengantin ke lokasi resepsi, rumah pengantin baru penuh sesak dengan perabot mahal, dan mempelai wanita memakai perhiasan emas mahal. Ribuan dolar dibayarkan kepada keluarga pengantin sebagai mas kawin. Kata dia, kebanyakan bajak laut punya tiga atau lebih istri. jumlah mereka tergantung pada jumlah jarahan. Menikahi bajak laut telah menjadi mimpi bagi sebagian besar perempuan lokal.

Para bajak laut menikmati hak istimewa yang tidak dapat diakses warga Harardhere lainnya. Rumah-rumah mereka adalah satu dari segelintir tempat tinggal yang dialiri listrik, menggunakan generator yang dicuri dari kapal.

“Wanita membutuhkan cinta dan uang, dan bajak laut punya uang, dan mereka menunjukkan cinta mereka,” kata Khabibo Salad, istri seorang bajak laut seperti dimuat Al Jazeera.

Kini banyak ditemui rumah-rumah menggunakan batu putih. Itu pertanda level ekonomi mereka meningkat. Yang masih miskin biasanya menggunakan plat besi berongga sebagai dinding rumahnya. Jadi sudah bisa dipastikan jika ada rumah bagus sudah pasti itu rumah bajak laut.

FAKTA #6 : Bajak Laut Cocok Hidup di Negara Tanpa Hukum

Saya merinding sewaktu membaca berbagai sumber yang memberitakan Somalia itu seperti negara hantu. Wajar disebut negara hantu karena sistem pemerintahannya mandul. Ada atau tidak ada pemerintah, nggak ada bedanya. Ini seperti era “Wild Wild West” di Amerika jaman dahulu. Tembak duluan, urusan belakangan. Itu kamus yang mereka kenal.

Kondisi perpolitikan yang tak menentu membuka celah bagi para oportunis untuk hadir berbisnis di negara tersebut. Semua limbah industri sampai ke limbah perilaku korupsi semua melimpah ruah. Maka tuduhan dunia internasional kepada politisi & aparat keamanan di negeri tersebut sangat wajar karena disinyalir mereka pun ikut menikmati dari bisnis bajak laut tersebut.

Hmm, ternyata kisah para bajak laut di era digital ini semakin rumit. Tidak sesederhana kisah Jack Sparrow dalam serial Pirates of The Carribean yang kita tonton. Ada warna-warni intrik politik, korupsi & shocking culture melanda negeri miskin Afrika tersebut. Dari kisah ini mudah-mudahan kita memetik hikmah bagaimana jadinya jika negara tak punya landasan hukum. Tidak hanya sesama penduduk yang mengambil untung dengan cara tidak hormat, tetapi penjajahan baru bisa tegak berdiri disana, sebagaimana tanah air kita tercinta yang belum bisa lepas dari kungkungan ekonomi Internasional (sori, bahasanya rada dalem sedikit). Oke, artikel selanjutnya kayaknya masih seputar bajak laut. Masih menyisakan kisah-kisah menarik lainnya. Stay tune di Lapakairsoft.com ya. Thanks for keep reading 🙂

Advertisements
Comments
  1. Sepertinya Fakta#4 itu susah dipercaya, apalagi soal “Mereka tak tahan dengan budaya Barat atau musiknya” yang jadi bertentangan dengan Fakta#5 yang menyebutkan “Lagu Amerika, Somalia, dan India menderu dari tape mobil.”
    🙂

    Like

  2. putra says:

    nice article pak rt! salut, ngomong ngomong ending captain philip dimana pasukan elite hadir bikin mantap ya!

    Like

  3. […] 6 Fakta Bajak Laut Somalia Yang Tidak Diketahui Orang Banyak […]

    Like

  4. Ida Siregar says:

    Fakta #4 memang benar adanya. Teman saya yang asli Somalia menceritakan bahwa sebagian muslim di Somalia mengharamkan musik. Apalagi suara penyanyi wanita dan dengan rangkaian kata-kata yang tidak patut. Sehingga mereka sangat menjaga telinga mereka dari alunan musik2 barat wanita. Kalaupun kemudian ada fakta bahwa mereka menyalakan musik dalam kendaraan masing2, well, penduduk Somalia hanya sebagian yang beragama muslim. selebihnya terdapat beberapa penganut agama yang berbeda. Tapi melihat garis besar riwayat negara itu, saya jadi berpikir lagi untuk datang kesana 😛 .

    Like

  5. Silmi Kaaffah says:

    Keren banget ini artikelnya. Lanjutkan bang!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s