Siapa Sebenarnya Yang Kaya Raya Dari Bajak Laut Somalia?

Posted: February 11, 2014 by Pak RT in Story
Tags: ,

Print

Judul artikel diatas seharusnya menggelitik logika kita. Apa betul HANYA bajak laut Somalia (saja) yang mereguk keuntungan dari semua proses ini? Apakah kamu senaif saya ketika membaca berita tentang sekelompok Bajak Laut Somalia Berulah di kapal MV Sinar Kudus? Lewat rangkaian investigasi yang dilakukan BBC, kita akan mengerti pihak-pihak mana saja yang sejatinya mendapatkan keuntungan terbesar dari tren bajak laut di perairan Somalia. Sambil istirahat makan siang atau makan malam silakan menikmati sajian artikel berikut ini.

Bajak Laut Somalia bisa dikategorikan sebagai pengusaha inovatif. Mengapa begitu? Secara bisnis saya analogikan seperti ini :

Layaknya sebuah perusahaan, mereka paham betul siapa pangsa pasar yang mereka bidik. Tentu saja pasar mereka adalah semua kapal dagang yang melalui Teluk Aden, perairan Afrika. Mereka bernegosiasi dengan “customer” untuk mendapatkan harga terbaik, dan dalam rentang 2 tahun mereka mampu meningkatkan laba. Seperti harga properti yang melambung setiap tahun. Gila ya? Tapi ini serius. Bukan cerita yang dibuat-buat.

Pertanyaan yang menarik dari seorang analis bisnis yang dimuat di BBC :

Apakah hanya Bajak Laut Somalia saja yang menikmati keuntungan dari model bisnis yang menarik ini?

Sebuah laporan yang berjudul “The Economic Cost of Maritime Piracy” memaparkan biaya setiap tahunnya diperkirakan mencapai $7-$12 Milyar! Fakta yang lebih menakjubkan  lagi ternyata hanya kurang dari 2% keseluruhan biaya itu yang mengalir kepada pihak Bajak Laut Somalia. Perlu diketahui, setiap tahunnya 30.000 kapal dagang lalu lalang melewati Teluk Aden & HANYA 0.2% KAPAL SAJA YANG BERHASIL DIBAJAK! Hohoho….mulai menarik nih ceritanya…

Jadi kemana seluruh uang itu mengalir? Ternyata, bisnis model membajak kapal dagang membuat pusaran yang menarik banyak pihak untuk ikut terlibat & menikmati kue bergizi yang bernama :Bajak Laut. Pihak-pihak tersebut adalah : perusahaan asuransi, kontraktor sekuriti & angkatan laut bersenjata.

Model bisnis Bajak Laut adalah contoh menarik model bisnis yang diciptakan dari rasa takut (Fear). Maka dikenal istilah Fear Economy. Roda ekonomi bergerak karena memanfaatkan ketakutan orang. Tahun-tahun ini banyak bisnis yang tumbuh secara legal & mereguk keuntungan besar karena mampu mengeksploitasi rasa takut orang lain. Misal, melesatnya penjualan tablet anti radiasi & alat pengukur radiasi Geiger counter pasca meledaknya reaktor nuklir di Fukushima. Atau Minuman “berkhasiat” untuk menurunkan kolesterol, software anti-hacker yang muahal, dan yang terakhir…produk asuransi.

somali-pirates-business-model1

Model Bisnis Pembajakan Kapal Laut

Tahun 2010 , $148 juta uang tebusan mengalir ke saku para Bajak Laut. Disisi yang lain, $1,85 Milyar justru mengalir ke saku pihak asuransi yang mengcover pembajakan. Ini sama aja dengan 10 kali lipat lebih besar dari nilai uang tebusan yang diserahkan kepada para Bajak Laut. Dengan semakin berkembangnya ancaman pembajakan kapal & total uang tebusan yang harus dibayarkan, hal ini menciptakan lingkarang tertutup bagi industri maritim.  Biaya shipping barang & preminya tentu saja naik. Ketika pihak angkatan laut mendeklarasikan Teluk Aden sebagai zona perang tentu premi pun meroket.

Nah, ada pihak lain yang turut menikmati kue bisnis ini yaitu Kontraktor Private Security. Tugas mereka tidak hanya mencegah pembajakan, tetapi membebaskan kapal beserta seluruh kru lewat negosiasi & mengirim uang tebusannya.  Pihak asuransi juga sangat berkepentingan untuk memastikan biaya tebusan kapal beserta kru-nya serendah mungkin. Maka kolaborasi antara pihak asuransi & kontraktor sekuriti menjadi penting.

Jadi sekarang kamu sudah tidak naif lagi kan? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s