Pentingnya Menggunakan Alat Keselamatan Kerja Peltor Tactical 6S Daripada Tiba-tiba Telinga Anda Berdarah Saat Latihan Menembak Senjata Api

Posted: June 17, 2016 by Pak RT in Review
Tags: , , , ,

costa knights cakep

“Kemarin saya berlatih menembak senjata api di lapangan tembak. Sayang, saya nggak pake alat pelindung telinga. Setelah beberapa kali tembakan, saya jadi kesulitan mendengar, tapi telinga sebelah kanan lebih terasa efeknya. Setelah 1 jam pendengaran saya mulai sedikit membaik. Tapi telinga kanan saya tetap belum pulih sepenuhnya. Sekarang sudah 20 jam dan pendengaran saya mulai membaik. Tapi ada yang aneh…kalo telinga saya ditutup 10 detik, lalu saya buka, saya bisa mendengar lebih jelas. Apakah ini normal? Apakah gangguan ini permanen?”

Itu keluhan seseorang yang berlatih menembak senjata api tanpa dilengkapi alat pelindung telinga. Pembaca Lapakairsoft.com yang saya hormati, masih ingat cerita Kalashnikov yang kehilangan pendengarannya karena bertahun-tahun bekerja membangun & menguji AK 47 yang ia desain sendiri? Kasus seperti ini kerap terjadi pada seseorang yang berlatih menembak senjata api tanpa menggunakan pelindung telinga. Karena terjadi berkali-kali, gangguan pendengaran lambat laun mulai dirasa & akhirnya nggak bisa mendengar permanen. Mohon jangan dianggap enteng!

Indera pendengaran adalah aset anda yang paling berharga, jadi jangan menganggap remeh suara ektra keras yang anda dengar. Suara bising/keras diatas 140 desibel sangat rawan merusak pendengaran kita. Suara letusan senjata api rata-rata diatas 140 desibel. Suara letusan senapan kaliber .22 ada dikisaran 140 desibel.

Perlu diperhatikan, menembak senjata api di outdoor & indoor efeknya berbeda. Lokasi lapangan tembak outdoor jauh lebih aman. Tapi untuk indoor, anda harus berhati-hati karena suara yang ditimbulkan akan memantul ke dinding memperbesar suara & meningkatkan resiko gangguan pendengaran.

Mungkin keliatannya ribet, bodoh dan amatir karena kepala anda digelayutin sepasang mangkuk pelindung telinga, yang kalo dipake kelamaan akan terasa kurang nyaman & bebas. Tapi apa anda berani mempertaruhkan aset anda yang paling berharga demi gengsi?

Selain untuk kebutuhan berlatih senjata api, pelindung telinga sangat perlu digunakan untuk alat pelindung diri K3 di tempat kerja. Bagi pekerja yang selalu berinteraksi dengan sumber suara keras seperti alat-alat berat pemancang tiang, sangat dianjurkan menggunakan alat keselamatan kerja. Lagipula ada aturan keselamatan kerja yang harus dipenuhi di tempat-tempat proyek/industri.

Dari beragam jenis & model pelindung telinga perlu kita kenali. Alat pelindung telinga dibagi 2 kelompok : Non Electronic dan Electronic. Pelindung telinga Non Electronic tentu harganya lebih murah dari yang pelindung telinga Electronic. Lalu apa perbedaan & kelebihannya?

Pelindung telinga Non Electronic hanya melindungi telinga anda dari sumber suara bising. Mulai dari yang paling sederhana seperti “earplug” atau sumbat telinga kecil yang terbuat dari busa/semacam karet, sampai yang paling advanced seperti pelindung telinga dengan busa & lapisan isolasi kedap suara.

Sedangkan pelindung telinga electronik disupport oleh baterai, biasanya baterai AAA, dengan jumlah 2-4 buah yang dipasang di bagian dalam mangkuk protektor.  Anda bisa cek di web saya, Lapakairsoft.com di halaman Pelindung Telinga.

Tutup telinga elektronik memiliki keunggulan meredam suara ekstra keras/bising tapi dapat memperbesar suara frekuensi rendah. Suara rendah seperti suara “Klik” pintu ditutup bisa terdengar lebih nyaring. Atau suara orang melangkah, suara angin, suara rumput/ranting bergesekan bisa terdengar sangat jelas. Jadi keuntungan pelindung telinga elektronik, anda tidak perlu melepas tutup telinga saat berkomunikasi dengan orang lain. Walaupun tutup telinga masih terpasang rapi jali, anda bisa mendengar dengan jelas, bahkan jauh lebih jelas.

Saya mencoba menguji kehandalan alat keselamatan kerja Peltor Tactical 6S dengan cara meletuskan senapan angin tepat disamping telinga. Saya kurang tau berapa desibel tingkat kebisingan suaranya tapi yang pasti saat meletus, saya cuma bisa dengar suara “blep” seperti suara diredam, sementara di waktu yang bersamaan saya bisa dengar jelas di sisi lain ada suara orang menjerit karena saking kagetnya. Ajaib ya…..hehehe.

Peltor Tactical 6S

Ini salah satu review yang mengilustrasikan dengan baik perbedaan antara pake tutup telinga dan tanpa tutup telinga, silakan disimak :

Kesempatan kali ini ijinkan sedikit cas cis cus tentang tutup telinga Peltor Tactical 6S. Peltor dengan model yang sama pernah dipake Chris Costa di Art of Tactical Carbine.

 

Untuk desain Peltor Tactical 6S termasuk sangat ergonomis. Kalo dipake ditelinga tidak akan bikin anda kagok atau sulit saat ngeceng atau akuisisi target. Waktu ditest menggunakan baterai AAA 4 buah. Belum bisa test berapa jam umur baterai. Karena tidak ada lampu indikator Power, jadi ciri-ciri baterai habis kalo suara kita/orang lain mulai terdengar tidak jelas/sulit didengar.

Ukuran mangkuk telinga pas di telinga & cukup nyaman dengan bantalan yang tidak terlalu tebal. Tombol pengatur volume tersedia di setiap mangkuk. Pengaturannya independen, tidak seperti tutup telinga elektronik model lain yang menggunakan pengaturan tunggal sehingga menggunakan kabel yang menghubungkan kedua mangkuk. Model Peltor Tactical 6S nggak ribet dengan urusan kabel. Disetiap mangkuk juga terdapat microphone yang bisa menangkap suara 360 derajat disekeliling kita.

Yang sedikit mengesalkan dari alat pelindung diri K3 Peltor Tactical 6S adalah untuk memasang baterai atau melepasnya, kita harus buka paksa bantalan sampai terlepas dari bodinya. Buat yang belum tau cara bukanya lumayan bikin jari sakit. Tapi itu semua langsung terobati waktu Peltor sudah nangkring di telinga & berhasil ngetes dengan suara-suara keras seperti suara letupan senapan angin.

Gambar mangkuk tutup telinga Peltor Tactical 6S yang sudah dibuka, 2 buah baterai AAA siap dipasang

Oke, sekian sedikit review dari saya, mudah-mudahan bisa mencerahkan apa saja keuntungan jika anda membeli tutup telinga elektronik seperti Peltor Tactical 6S ini. Kalo anda masih nekat berlatih/bekerja di tempat proyek tanpa tutup telinga, ingat saja 1 hal kalau anda lakukan sering maka tiap saat bisa mengancam pendengaran anda. Thanks, selamat menikmat video review tutup telinga Peltor Tactical 6S dibawah ini :

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s