Nara Masista Rakhmatia, Diplomat Muda Cantik Mematahkan Argumen Sontoloyo 6 Negara Pasifik di Sidang PBB

Posted: October 2, 2016 by Pak RT in Berita
Tags: ,

Tanggal 13-26 September kemarin, ada sesuatu yang mencuri perhatian media. Seorang diplomat muda cantik asal Indonesia yang memberi hak jawab atas ceramah sontoloyo 6 negara kepulauan Pasifik yang menuduh Indonesia melakukan pelanggaran HAM serius di Papua & Papua Barat. Dalam rangkaian United Nations General Debate 71th, beberapa negara cilik Pasifik seperti Kepulauan Salomon, Kerajaan Tongo, Nauru, Vanuatu, Kepulauan Marshall dan Tuvalu, nyelonong menggugat pelanggaran HAM padahal di acara tersebut sedang dibahas tentang Sustainable Development Goals.

Salah satu target Sustain Development Goals adalah tentang Global Warming. Dan yang paling terdampak krisis Global Warming adalah negara-negara mungil di Pasifik. Supaya pembaca ketahui, negara-negara pasifik ini dalam 50 tahun ke depan adalah negara yang terancam terhapus dari peta dunia. Thanks to global warming! Bahkan per hari ini, Kepulauan Solomon sudah kehilangan beberapa pulaunya ditelan samudera Pasifik. Entah kenapa isu HAM justru mereka angkat untuk menyerang Indonesia.

Forget Awkarin! Look Nara! She’s a tiger! Penasaran kan siapa itu Nara Masista? Saya kutip dari Tribunnews tentang profil Nara Masista berikut ini :

Diplomat muda ini lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun 2008 dan agaknya New York adalah penempatan pertama lulusan SMA 70 Jakarta ini.
Setelah lulus SMA, Nara kuliah di FISIP UI jurusan Hubungan Internasional dan lulus tahun 2002.
Sebelum melamar PNS di Kemlu dia sempat menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies.
Dua lembaga itu berada di bawah naungan FISIP UI. Selain itu, Nara juga menulis sejumlah jurnal kebijakan luar negeri seperti Intrastate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEAN in Myanmar, 2010.
Ketika diterima menjadi PNS di Kementerian Luar Negeri, Nara Masista ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika.
Di Kemlu, spesialisasi Nara nampaknya adalah Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York.

Video gimana garangnya Nara Masista bisa ditonton langsung disini :

 

Saya paste terjemahan dari video diatas, siapa tau ada yang koneksi internetnya lambat :

“Bapak Presiden, Indonesia hendak menggunakan hak jawab kami terhadap penyataan yang disampaikan Perdana Menteri Kepulauan Solomon dan Vanuatu.

Juga disuarakan Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga. Terkait masalah-masalah di Papua, provinsi di Indonesia.

Indonesia terkejut mendengar di sidang yang penting ini, di mana para pemimpin bertemu di sini untuk membahas implementasi awal SDGs (The Sustainable Development Goals).

Transformasi dari tindakan kolektif kita, dan tantangan global lainnya seperti perubahan iklim, di mana negara Pasifik yang akan paling terdampak.

Para pemimpin tersebut memilih untuk melanggar piagam PBB dengan mengintervensi kedaulatan negara lain dan melanggar integritas teritorialnya.

Kami menolak mentah-mentah sindiran terus menerus dalam pernyataan mereka.

 

Itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka terjadap sejarah situasi saat ini dan perkembangan progresif di indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat, serta manuver politik yang tidak bersahabat dan retoris.

Pernyataan bernuansa politik mereka itu dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi-provinsi tersebut, yang begitu bersemangat mengganggu ketertiban umum dan melakukan serangan teroris bersenjata terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan.

Pernyataan negara-negara itu benar-benar melanggar tujuan dari piagam HAM PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi persahabatan antar negara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu negara.

Saya ulangi, itu sudah melanggar kedaulatan dan integritas teritori suatu negara.
Hal itu sangat disesalkan dan berbahaya bagi negara-negara untuk menyalahgunakan PBB, termasuk sidang umum ini.

Negara-negara ini sudah menggunakan Majelis Umum PBB untuk mengajukan agenda domestik mereka.
Dan bagi beberapa negara untuk mengalihkan perhatian dari pesoalan politik dan persoalan sosial di negara mereka.

Negara-negara itu juga menggunakan informasi yang salah dan mengada-ada, dan membahayakan kredibilitas forum ini.

Komitmen Indonesia terhadap HAM tak perlu dipertanyakan lagi. Indonesia adalah pendiri Dewan HAM PBB.

Indonesia sudah menjadi anggota dewan tersebut selama tiga periode dan saat ini menjadi anggota untuk keempat kalinya.

Indonesia adalah penggagas komisi HAM antar pemerintah ASEAN.

Indonesia sudah meratifikasi delapan dari sembilan instrumen utama HAM, semuanya terintegrasi dalam sistem hukum nasional kami dibanding hanya empat oleh negara Kepulauan Solomon, dan lima oleh negara Vanuatu.

Indonesia ada di antaranya segelintir negara yang memiliki Rencana Aksi Nasional HAM.
Dan saat ini generasi keempat dari rencana tersebut dari 2015 sampai 2019.

Indonesia memiliki Komnas HAM yang aktif dan kuat sejak tahun 1993, masyarakat sipil yang aktif dan bebas.

Indonesia juga merupakan negara demokrasi yang dewasa di dalam fungsi-fungsinya, bersama dengan komitmen sangat tinggi terhadap promosi dan perlindungan HAM di semua level, hampir-hampir mustahil pelanggaran HAM terjadi tanpa diketahui dan diperiksa.

Bapak Presiden, kami tegaskan kembali ada mekanisme domestik di tingkat nasional di Indonesia, pada pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Ada pepatah di kawasan Asia Pasifik yang mengatakan, “Ketika seseorang menunjukkan jari terlunjuknya pada orang lain, jari jempolnya otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri. Terima Kasih.”

***

Bagian terakhir pidatonya itu favorit saya! Menggigit sekaligus menggampar! Hehehe….

Ini salah satu pidato wakil Kerajaan Tonga yang mau coba-coba provok Indonesia soal HAM :

Secara pribadi, saya mengacungkan jempol salut atas perjuangan diplomat kita seperti Nara Masista di forum-forum internasional demi mempertahankan kedaulatan NKRI. Percaya deh, ada banyak skenario yang siap disodorkan untuk memecah NKRI menjadi bangsa yang lemah.

Nara Masista, I salute you!

Advertisements
Comments
  1. hsp says:

    MEREKA MAU BUAT Provokasi Biar IRIAN BARAT (PAPUA)yang KAYA SDA Lepas Dari Indonesia, Biar saat Negara Mereka Tenggelam Ada Tempat Naungan Baru.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s