Archive for the ‘Review’ Category

costa knights cakep

“Kemarin saya berlatih menembak senjata api di lapangan tembak. Sayang, saya nggak pake alat pelindung telinga. Setelah beberapa kali tembakan, saya jadi kesulitan mendengar, tapi telinga sebelah kanan lebih terasa efeknya. Setelah 1 jam pendengaran saya mulai sedikit membaik. Tapi telinga kanan saya tetap belum pulih sepenuhnya. Sekarang sudah 20 jam dan pendengaran saya mulai membaik. Tapi ada yang aneh…kalo telinga saya ditutup 10 detik, lalu saya buka, saya bisa mendengar lebih jelas. Apakah ini normal? Apakah gangguan ini permanen?”

Itu keluhan seseorang yang berlatih menembak senjata api tanpa dilengkapi alat pelindung telinga. Pembaca Lapakairsoft.com yang saya hormati, masih ingat cerita Kalashnikov yang kehilangan pendengarannya karena bertahun-tahun bekerja membangun & menguji AK 47 yang ia desain sendiri? Kasus seperti ini kerap terjadi pada seseorang yang berlatih menembak senjata api tanpa menggunakan pelindung telinga. Karena terjadi berkali-kali, gangguan pendengaran lambat laun mulai dirasa & akhirnya nggak bisa mendengar permanen. Mohon jangan dianggap enteng!

Indera pendengaran adalah aset anda yang paling berharga, jadi jangan menganggap remeh suara ektra keras yang anda dengar. Suara bising/keras diatas 140 desibel sangat rawan merusak pendengaran kita. Suara letusan senjata api rata-rata diatas 140 desibel. Suara letusan senapan kaliber .22 ada dikisaran 140 desibel.

Perlu diperhatikan, menembak senjata api di outdoor & indoor efeknya berbeda. Lokasi lapangan tembak outdoor jauh lebih aman. Tapi untuk indoor, anda harus berhati-hati karena suara yang ditimbulkan akan memantul ke dinding memperbesar suara & meningkatkan resiko gangguan pendengaran.

Mungkin keliatannya ribet, bodoh dan amatir karena kepala anda digelayutin sepasang mangkuk pelindung telinga, yang kalo dipake kelamaan akan terasa kurang nyaman & bebas. Tapi apa anda berani mempertaruhkan aset anda yang paling berharga demi gengsi? (more…)

Advertisements

Penampakan Shotgun AA-12 di film Expendables

Akhirnya ada juga pabrik airsoft yang mereplika Automatic Shotgun AA-12. Tidak lain tidak bukan, pabrik airsoft ternama asal Jepang, Tokyo Marui. Tadinya saya berharap replika menggunakan sistem gas blow back ternyata Tokyo Marui menggunakan sistem elektrik. Tentu nggak ada blowbacknya!

Buat penggemar film pasti sudah pernah melihat penampakan shotgun AA-12 di beberapa film, salah satunya The Expandables. Kalo games-holic pasti pernah menemukan & merasakan bermain pake shotgun AA-12 ini salah satunya di games  Modern Warfare 2. (more…)

Review The Best Airsoft Masker “Save Phace”

Posted: October 21, 2014 by Pak RT in Review
Tags: ,
Masker Save Phace.jpeg

This is my Save Phace masker, slender design & soft feeling grab my face

Dari sekian banyak alat proteksi wajah yang digunakan di kegiatan airsoft/paintball, hati saya masih terpaut kuat dengan Masker Save Phace (baca : sef fes. Phace plesetan dari face atau wajah).

Save Phace memproduksi banyak varian masker, yang penggunaannya cukup luas. Bisa dipake untuk Welding Helmet, kegiatan military training, bermotor, bersepeda, papan seluncur es, seluncur air, dll. Nilai tambah yang dikreasi Save Phace terhadap produknya, yang paling penting adalah penggunaan thermal lens.

thermal lens save phace masker.jpeg

Apa itu Thermal Lens? (more…)

Magazine Lonex-M4, Dengan Kawat Baja Memudahkan Pemain Airsoft yang Doyan Obral Tembakan

Banyak diantara pehobi sekaligus pemain aktif airsof gun yang ikut kegiatan weekend Skirmish, atau perang-perangan di akhir pekan kerap menggunakan magazine dengan sistem dikerek. Apa maksudnya dengan sistem kerek? Ijinkan saya sedikit menjelaskan, siapa tau ada pembaca yang belum paham betul seputar hobi airsoft gun & baru tersesat di hobi baru ini…hehehe.

Dalam skirmish (cerita seputar apa itu skirmish, bisa kamu baca & ikut rasakan gimana serunya suasana skirmish di artikel Serunya Skirmish di Malam Hari) baku tembak sudah pasti terjadi, apalagi kalo mempertemukan (more…)

fat mag socom gear
Ini kabar gembira buat Skirmish-Mania, mencontek dari Mancing-Mania, sebutan untuk teman-teman yang hobi gila-gilaan main airsoft perang-perangan. Ada produk namanya FATMAG, kepanjangan dari Fat Magazine, alias magazine yang gemuk! Kamu yang berbadan gemuk jangan tersinggung dulu. Gemuk tidak melulu negatif. Gemuk di magazine itu kabar baik karena bisa muat lebih banyak peluru hanya dalam 1 magazine.

Dengan bentuk yang gembrot, FATMAG bisa menampung (more…)

VFC Walther PPQ2d
Pistol keluaran dari Walther, model Walther PPK, memang punya daya pikat tersendiri. Pistol ini sangat populer ketika pertama kali dipopulerkan lewat layar lebar “James Bond, 007”. Ukurannya yang mungil, jadi favorit agen rahasia James Bond.

Tapi itu dulu….sekarang lain. Sekarang Walther sudah merilis banyak varian terbaru. Salah satunya adalah Walther PPQ M2. Pistol ini tidak bisa dibilang mungil. Larasnya lebih panjang daripada Walther PPK. Dari perspektif bisnis, Walther PPQ kini menjadi saingan berat Glock 19. Wow! Kalo saya boleh menambahkan, secara pribadi saya lebih suka Walther PPQ ketimbang Glock 19. Kenapa? Yuk simak poin-poin lebih Walther PPQ.

(more…)

Review MBUS (Magpul Back Up Sight) Pro

Posted: June 21, 2014 by Pak RT in Review
Tags: ,

Saya kepincut kepingin review sedikit tentang MBUS Pro. MBUS Pro ini kepanjangan dari Magpul Back Up Sight – Pro. Jadi benda kecil ini berfungsi sebagai pisir, atau istilah umum yang dikenal di dunia militer yaitu PEJERA. Pejera/ pisir berguna untuk mengakuisisi target agar titik perkenaan tembak akurat terhadap target.

Sistem pisir buatan Magpul yang baru dirilis pertengahan tahun 2013, ternyata beda dari produk MAGPUL yang terdahulu. MBUS terdahulu terbuat dari polimer, sedangkan MBUS Pro terbuat dari metal. Yang jadi pertanyaan besar saya, mengapa MAGPUL lebih memilih metal sebagai material utamanya, padahal MAGPUL populer dengan terobosan material plastiknya. Ternyata

(more…)

King Arms Galil AR

Belajar dari pengalaman tempur di Perang 6 Hari yang terkenal di tahun 1967, Israeli Defense Forces (IDF) banyak menggunakan rifle FN FAL yang ternyata terlalu lebay ketika dioperasikan di medan gurun pasir Arab. Selain itu ukurannya yang terlalu panjang & terlalu berat untuk dibawa bermanuver. Ironinya, tentara Arab, dipersenjatai dengan senjata sejuta umat, Kalashnikov AK-47 justru menunjukkan taringnya. Medan ekstrim gurun pasir pun dilalapnya.

Usai perang, IDF pun bertekad mengembangkan sistem persenjataan yang baru yang dirancang untuk menggantikan FN FAL & beberapa varian submachine gun UZI menggunakan kaliber 5.56x45mm. Di akhir 1960-an, akhirnya Israel Military Industries (IMI) memutuskan membangun desain Galil berdasarkan Valmet Rk.62, senjata karya Finlandia kloningan AK-47.

Itu sekilas sejarah Galil. Oh ya jangan kaget kalo lihat model Galil (more…)